Ratusan Siswa Siswa SD di Kalianda Bersihkan Sampah Banjir

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG — Hujan deras yang berakibat banjir di beberapa wilayah di kecamatan Kalianda pada Selasa (3/4) malam, masih menyisakan kerusakan.

Salah satu kerusakan melanda pagar milik SDN 2 Palembapang di kecamatan Kalianda. Pagar sepanjang lebih dari 30 meter roboh akibat terjangan banjir dan tumpukan sampah masuk ke areal sekolah.

Supana, Kepala Sekolah SDN 2 Palembapang memimpin langsung kegiatan Jumat Bersih para siswa [Foto: Henk Widi]
Supana, Kepala Sekolah SDN 2 Palembapang, mengatakan, sampah menumpuk di areal sekolah berupa batang pohon, sampah plastik dan lumpur. Upaya pembersihan sengaja dilakukan pada Jumat seusai siswa SDN 2 Palembapang melakukan senam kesegaran jasmani. Pembersihan sampah tersebut untuk menghindari berkembangnya bibit penyakit.

Selain sampah yang sebagian membusuk, beberapa sampah berupa pecahan kaca disebutnya juga membahayakan para siswa. “Selain tembok yang roboh akibat banjir, sampah beragam jenis menumpuk di areal sekolah sisi sebelah Timur. Hari ini kita bersihkan menghindari penyebaran penyakit pascabanjir,” terang Supana, Jumat (6/4/2018).

Supana menyebut, dampak dari sampah tersebut yang sebagian berasal dari selokan dan sungai menimbulkan aroma tak sedap. Sementara lokasi area yang terdampak sampah merupakan tempat kantin sekolah. Keberadaan sampah yang berpotensi mengganggu kesehatan mendatangkan lalat juga ikut dibersihkan oleh para pengelola kantin sekolah.

Beberapa sampah basah yang tidak bisa dibakar, kata Supana, langsung dibuatkan lubang untuk proses penimbunan. Sampah-sampah plastik dan limbah pertanian berupa batang pisang dan dahan pohon dibakar untuk dimusnahkan.

Pascabanjir, genangan lumpur dan air juga langsung dibersihkan, agar tidak menjadi tempat berkembangnya nyamuk. “Saat banjir kemarin memang berbagai sampah terbawa hingga ke halaman sekolah, di antaranya kaleng-kaleng. Jika tidak dibersihkan, bisa menjadi tempat berkembangnya nyamuk demam berdarah,” beber Supana.

Supana juga mengatakan, akan berkoordinasi dengan UPT Puskesmas Kalianda untuk melakukan pemeriksaan siswa pascabanjir. Sejauh ini, berdasarkan pendataan, para siswa tidak ada yang mengalami gejala penyakit. Namun dari beberapa siswa yang rumahnya terdampak banjir, potensi terkena penyakit cukup tinggi.

“Seusai melakukan kegiatan Jumat bersih, para guru kelas menyediakan sabun dan tempat cuci tangan siswa seusai membersihkan sampah,” terang Supana.

Penyediaan tempat cuci tangan di setiap kelas disebutnya merupakan fasilitas untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah tersebut.

Selain itu, beberapa kotak sampah disediakan untuk menghindari siswa membuang sampah sembarangan. Namun, akibat banjir aliran sungai kecil bersumber dari Gunung Rajabasa, sejumlah sampah dari perumahan warga ikut terbawa aliran sungai ke sekolah.

Kegiatan Jumat bersih tersebut diakui Supana melibatkan 227 siswa yang ada di sekolah tersebut. Memiliki sebanyak 10 rombongan belajar dengan kelas pararel kegiatan Jumat Bersih, diakuinya dilakukan secara rutin.

Bekerja sama dengan Puskesmas Kalianda, sesuai jadwal di sekolah tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan siswa, di antaranya pemeriksaan gigi, mulut, tinggi badan, berat badan dan penerapan PHBS.

Lihat juga...