Perbaikan Jalinsum Ditargetkan Selesai Sebelum Lebaran
Editor: Irvan Syafari
LAMPUNG — Perbaikan kerusakan sejumlah titik di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kembali dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sejumlah kerusakan jalan terlihat cukup parah di beberapa titik akibat tonase kendaraan yang berlebih dengan kondisi jalan bergelombang dan berlubang.
Menurut Fernando (28), Penanggungjawab Perbaikan Jalinsum KM 75 ruas Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan perbaikan dilakukan untuk angkutan mudik lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah/2018.
Ia mengatakan, akses Jalinsum sepanjang 80 kilometer dari perbatasan kota Bandarlampung hingga Bakauheni sudah dikerjakan sejak awal April ini. Sebagai salah satu kontraktor di bawah satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN), ia memiliki tangggungjawab perbaikan sepanjang 2500 meter. Sisanya dikerjakan oleh beberapa kontraktor dari Kecamatan Katibung hingga Kecamatan Bakauheni.
“Perbaikan kami lakukan dengan proses awal memetakan sejumlah titik bergelombang dan berlubang untuk dibongkar dan dilakukan perbaikan karena sebagian besar kondisi jalan masih bagus,” kata Fernando saat ditemui Cendana News, Selasa (10/4/2018).
Fernando menyebut, perbaikan dilakukan pada bagian badan jalan dan bahu jalan. Teknik pengerjaan perbaikan dilakukan dengan penambalan (patching) pada bagian badan jalan berlubang, bergelombang dan amblas.
Proses awal diakuinya dilakukan dengan pemberian tanda pada permukaan yang akan ditambal menggunakan cat. Selanjutnya pembongkaran jalan dilakukan menggunakan aspalt cutter seusai dengan tanda yang telah dibuat.
Proses selanjutnya penambalan dilakukan sesuai dengan kedalaman aspal jalan yang dibongkar. Proses perbaikan tersebut diakui Fernando akan dilakukan hingga akhir Mei dengan prediksi angkutan arus liburan lebaran Idul Fitri sudah bisa dilintasi.
Target tanpa lubang (zero hole) pada ruas Jalinsum penghubung sejumlah kota di Sumatera hingga Pelabuhan Bakauheni diakuinya diselesaikan sebelum lebaran.
“Pengerjaan yang cukup lama dilakukan pada proses pembongkaran karena aspal yang cukup keras harus dibongkar dengan kedalaman yang cukup sebelum ditambal,” paparnya.
Sejumlah kerusakan jalan berlubang dan bergelombang menurut Fernando cukup beragam dari seluas 2 hingga 6 meter. Pada jarak satu kilometer ditemukan kerusakan hanya berjarak 3 hingga 4 meter dan cukup membahayakan pengguna jalan.
Kondisi jalan bergelombang disebutnya kerap terjadi akibat proses perbaikan sebelumnya dilakukan proses pembuatan lubang dangkal sehingga mudah terkelupas saat ditambal.
Pada tahun sebelumnya, Fernando menyebut kontraktor tempatnya bekerja mendapat jatah perbaikan di ruas KM 65+200 dari Perempatan Palas hingga wilayah perbatasan Bakauheni dan Penengahan.
Pada tahun ini dengan jatah pengerjaan sepanjang 2500 meter dilakukan mulai dari terminal agro bisnis hingga perlintasan gerbang Jalan Tol Trans Sumatera gerbang utara. Selain jalan perbaikan juga dilakukan pada jembatan yang berada di ruas tersebut.
Yono (33) salah satu warga di Jalinsum KM 37 Penengahan mengatakan, kerusakan jalan didominasi oleh jalan berlubang dan bergelombang. Ia mengharapkan kontraktor yang memiliki tanggungjawab perbaikan jalan bisa melakukan perbaikan dengan sempurna. Jalan bergelombang di KM 37 telah mengakibatkan sejumlah kendaraan mengalami kecelakaan di titik tersebut.
“Pengendara yang mengalami kecelakaan umumnya tidak mengetahui jalan berlubang dan memacu kendaraan dalam kecepatan penuh,” ungkap Yono.
Kontur jalan berlubang dan bergelombang pada Jalinsum dominan disebabkan kendaraan bertonase berat. Selain itu hujan deras berimbas banjir mengakibatkan kerusakan Jalinsum semakin parah akibat pondasi jalan tergerus air.

Kerusakan Jalinsum akibat tergerus air disebutnya terjadi di Jalinsum, Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan. Perbaikan oleh sejumlah kontraktor disebutnya masih memiliki waktu sebelum arus mudik untuk membongkar jalan bergelombang dan berlubang meminimalisir kecelakaan.