Pegiat Literasi di Solo Bagi-bagi Buku Bacaan

Editor: Koko Triarko

SOLO — Hari Buku Sedunia diperingati oleh warga Solo, Jawa Tengah, dengan menggelar aksi bagi-bagi buku bacaan. Aksi yang diawali dari Museum Radya Pustaka ini sebagai upaya meningkatkan budaya membaca, guna membangun karakter bangsa Indonesia. 

Aksi bagi-bagi buku bacaan ini dilakukan oleh Purnawirawan Kopral Partika Subagyo, dengan menggunakan kostum kera putih (hanoman). Aksi dalam memperingati hari buku sedunia ini dilakukan dengan teaterikal.

Purnawirawan Kopral Partika Subagyo. -Foto: Harun Alrosid

Sembari menyusuri jalan Slamet Riyadi, Solo, aksi yang bekerja sama dengan Penggiat Rumah Baca Sang Petualang, Wonogiri, membagikan buku kepada pengayuh becak maupun pengguna jalan.

Purnawirawan Kopral Subagyo kepada awak media, mengatakan, aksi yang digambarkan dengan kera putih ini sebagai simbol hewan yang pada awalnya bodoh. Namun, jika diajarkan dengan baik, termasuk membaca akan bisa menjadi hewan yang lebih pintar.

“Kera saja jika dijari dengan telaten bisa menjadi pintar. Demikian kita, manusia pada dasarnya pintar karena memiliki akal. Karena itu, mari kita perbanyak membaca,” kata Subagyo, di sela aksi, Senin (23/4/2018).

Dengan berjalan kaki dan menggunakan dua becak, aksi bagi-bagi buku bacaan ini berjalan hingga ke Bundaran Gladak. Sembari membagikan buku, aksi juga mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya membaca, guna membentuk karakter bangsa.

“Dengan membaca kita bisa membangun karakter bangsa menjadi kuat,” lanjut dia.

Dalam aksi ini, turut membawa sejumlah poster yang berisi pesan terhadap masyarakat akan pentingnya membaca. Seperti pesan moral untuk berbagi, karena masih banyak saudara yang kita yang buta huruf. Selain itu, berbagi kepandaian untuk mereka  yang dari pelosok desa, guna membangun negeri.

“Seumbangkan buku-buku Anda ke Rumah Baca Sang Petualang Giriwoyo Wonogiri. Kalau dari desa pelosok saja mereka memiliki perhatian untuk menumbuhkan minat baca, bagaimana yang dari kota?” imbuhnya.

Sementara itu, pendiri rumah baca sang petualangan Giriwoyo, Wonogiri, Wahyudi, menjelaskan, untuk aksi memperingati hari buku sedunia ini pihaknya menyiapkan 200 buku yang dibagikan secara gratis kepada warga. Tak hanya buku, aksi ini juga turut membagikan nasi bungkus sebagai aksi berbagi kepada sesama.

“Ada 200 buku yang kita bagikan. Semua jenis buku bacaan. Tujuan kita adalah mengajak warga Solo untuk gemar membaca,” terang Wahyudi.

Dipilihnya aksi diawali di Museum Radya Pusataka, karena keberadaannya sebagai museum tertua di Indonesia. Museum Radya Pustaka sebagai salah satu simbol akan pentingnya membaca sejarah di Indonesia.

“Ini merupakan museum tertua di Indonesia. Museum merupakan simbol untuk membaca, baik membaca sejarah apa yang tersurat melalui buku-buku maupun produk kebudayaannya” pungkaasnya.

Lihat juga...