Panglima TNI: Pelatihan PPRC Tingkatkan Kemampuan Tempur
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
MALANG — Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan, pelatihan untuk Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang merupakan bagian dari satuan Komando gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sangat penting untuk meningkatkan kemampuan tempur.
“Pelatihan PPRC memang sangat diperlukan guna meningkatkan kemampuan tempur, sehingga mampu merespon setiap ancaman serta kontinjensi yang diperkirakan terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” sebutnya.
Disebutkan, latihan tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama perencanaan dan persiapan operasi. Sedangkan tahap kedua adalah latihan lapangan untuk penindakan terhadap ancaman yang timbul di tiga daerah konflik.
“Skenario kami adalah dengan menerjunkan pasukan di tiga spot daerah konflik yakni di Selaru, Timika dan Murotai, dimana kita asumsikan ada ancaman di tiga wilayah tersebut. PPRC kita coba untuk bisa menyelesaikan sesuai dengan tugas pokoknya yakni menghadapi ancaman yang mengancam kedaulatan negara Indonesia,” ungkapnya, Senin (30/4/2018).
Lebih lanjut Marsekal Hadi menyebutkan, dalam latihan PPRC kali ini para prajuritnya akan banyak menemui permasalahan. Namun ia meminta kepada seluruh prajurit agar tidak takut untuk menyampaikan permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan dengan catatan adalah sebagai evaluasi untuk kegiatan berikutnya.
“Pada dasarnya tentara akan profesional apabila dilatih. Latihanpun harus terus dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berlajut, sehingga kita tahu apa permasalahan di lapangan, dan peralatan apa yang harus dipenuhi,” ucapnya.
Dari sana kita dapat merancang perencanaan-perencanaan untuk pengadaan sesuai dengan anggaran yang ada, sehingga semua bisa tepat sasaran, tandasnya.
Sementara itu disebutkan, latihan Mako dilaksanakan selama tiga hari mulai 30 April hingga 2 Mei 2018 di Markas Divif-2 Kostrad Malang, dengan melibatkan Penyelenggara, unsur Pimpinan dan Staf PPRC TNI sebanyak 344 orang.
Sedangkan latihan lapangan akan dilaksanakan pada Mei dan Juni 2018 dengan melibatkan 1.620 personel penyelenggara dan 6.399 personel PPRC dari tiga angkatan yakni TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.