OJK Targetkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Angka 75 Persen
Editor: Satmoko
BANJARMASIN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Wilayah Kalimantan menargetkan peningkatan pemahaman literasi dan inklusi keuangan di Kalsel persentasenya tembus hingga angka 75 persen pada tahun 2019 mendatang.
Menurut Kepala OJK Regional Wilayah 9 Kalimantan Haryanto, peningkatan persentase literasi dan inklusi keuangan sendiri penting, mengingat saat ini persentasenya di Kalsel masih tergolong rendah.
“Literasi keuangan maksudnya pemahaman masyarakat terhadap produk perbankan. Lalu inklusi adalah masyarakat yang sudah menggunakannya, namun tidak secara lengkap memahami produk keuangannya. Untuk Kalsel literasinya kini hanya 23,7 persen dan inklusinya mencapai 59,27 persen, angka ini memang masih tergolong rendah,” jelasnya, Minggu (1/4/2018).
Guna bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kalsel, OJK Regional 9 Wilayah Kalimantan mengkalim sudah gencar melakukan berbagai kegiatan sosialisasi ke lapangan. Bahkan sosialisasi dilakukan lebih spesifik, yakni menyasar generasi muda.
“Kita rutin menggelar sosialisasi literasi dan inklusi keuangan di Kalsel baik kepada mahasiswa dan pelajar. Hal tersebut bertujuan agar mereka bisa sejak dini memahami dan mengerti jasa keuangan yang ada di Indonesia,” tambahnya.
Bahkan dalam sosialisasi tersebut juga diajarkan bagaimana masyarakat bisa membedakan mana yang merupakan investasi keuangan legal dan mana yang bodong. Hal tersebut mengingat sekarang ini di Kalsel cukup marak berbagai tawaran investasi yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Maka dari itulah kita berikan pemahaman untuk membedakannya. Hal tersebut supaya masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran keuntungan investasi bodong yang tidak rasional dan bisa merugikan mereka di kemudian hari,” ungkapnya.
Dengan berbagai cara tadi target yang dicanangkan untuk literasi dan inklusi keuangan diharapkan bisa terealisasi pada Tahun 2019 mendatang. Bahkan agar bisa terwujud, pelaku jasa keuangan di Kalsel diharapkan juga aktif dalam melakukan sosialisasi terkait produk jasa keuangan.
“Dengan pemahaman yang baik dari masyarakat terhadap produk keuangan. Bisnis jasa keuangan pasti akan ikut terdampak positif, ujungnya ekonomi Kalsel melalui sektor keuangan pun juga akan terdongkrak,” pungkasnya.