Musim Tanam Tembakau 2018, Petani Berharap Harga Pupuk Stabil
Editor: Irvan Syafari
MATARAM — Musim kemarau telah tiba, sebagian petani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mempersiapkan lahan untuk menanam tembakau, termasuk melakukan proses pembibitan tembakau.
Pada musim tanam tahun ini, selain berharap kondisi cuaca bagus, petani juga berharap harga pupuk tetap stabil seperti biasa dan tidak mengalami kenaikan.
“Musim tanam tembakau tahun 2018, kita berharap harga pupuk termasuk obat-obatan untuk perawatan tidak naik,” kata Zainuddin, petani tembakau Desa Kabar Kecamatan Sakra Lombok Timur, Senin (30/4/2018).
Dikatakan, harga pupuk biasa mahal saat petani sudah mulai menanam tembakau akibat banyaknya permintaan dari petani yang membutuhkan pupuk. Bahkan terkadang bisa langka, musim tanam tembakau tahun lalu, pupuk boska pernah langka.
Musim tembakau tahun lalu misalkan, harga normal pupuk jenis ZA 170.00 ribu per kuintal, tapi, saat petani sudah mulai ramai membutuhkan, harga pupuk ZA naik hingga 300.00 per kuintal.
“Kenaikan tersebut jelas merugikan petani, karena akan menambah beban biaya pengeluaran, kalau nanti cuaca bagus dan harga tembakau mahal, tidak masalah, kalau gagal, biaya dikeluarkan besar, bisa pusing petani,” katanya.
Karena itulah, dirinya berharap kepada pemerintah, supaya pendistribusian pupuk bisa diawasi, termasuk terkait harga, khususnya pupuk subsidi, jangan sampai terjadi kelangkaan dan harga mahal
Harapan sama juga disampaikan petani lainnya, Anton, berharap supaya harga pupuk pada musim tembakau tahun 2018 tidak naik. Dirinya juga belum mengetahui apakah pupuk akan naik atau tetap dengan harga yang semula, apakah akan terjadi kelangkaan pupuk seprti tahun lalu atau tidak.
“Tahun lalu para petani kalau sudah mulai banyak membutuhkan pupuk, terkadang pupuk habis di gudang, kalupun ada pupuk yang di beli harganya mahal,” katanya.
Pada awal 2018 lalu harga pupuk masih stabil baik dari gudang maupun pengecer, di mana harga pupuk jenis TSP 250.000 per kuintal, Boska 250.000 per kuintal, KNO 150.000 per kuintal dan urea 200.000 per kuintal.