Lezatnya Sate Ayam Kampung Inaq Rumenah

Editor: Satmoko

LOMBOK TENGAH – Bahan boleh sama, tapi soal rasa pasti beda. Bahan pembuatan sate yang dijual dan disajikan rumah makan, restoran hingga yang banyak dijual pedagang sate umumnya hampir sama, yaitu daging kambing, sapi dan daging ayam.

Tapi masalah rasa dan sajian bumbu setiap sate yang dijual pedagang tentu berbeda. Sate ayam kampung Inaq Rumenah, Kabupaten Lombok Tengah misalnya, banyak disukai pembeli, bukan karena cara penyajian dagingnya yang empuk, tapi karena racikan bumbu sate yang enak.

“Membuat bumbu untuk sate itu butuh kelihaian dan ketelitian, mulai dari takaran cabai, bawang, terasi, penyedap rasa dan beberapa bumbu tambahan penyedap lain, supaya saat diadukan dengan daging sate terasa sedap,” kata Rumenah kepada Cendana News, Sabtu (21/4/2018).

Sebab kalau tidak pandai membuat takaran, yang ada rasa sate akan menjadi hambar, meski dagingnya enak, kelebihan sedikit saja bahan bumbu, maka akan merusak cita rasa.

Inaq Rumenah penjual sate ayam kampung Lombok Tengah/Foto : Turmuzi

Kemampuan itulah yang tidak banyak dimiliki kebanyakan penjual sate daging sapi, ayam maupun kambing dan itulah yang membedakan antara penjual daging satu dengan daging lain, meski bahan daging dan bumbunya sama.

“Karena itulah, mesti banyak saingan dan banyak yang berjualan sate, saya tidak khawatir, karena sajian bumbu sate jadi andalan yang ditawarkan kepada pembeli,” katanya.

Ditambahkan, meski banyak saingan atau lokasi jualan tidak strategis, kalau pelanggan sudah tahu enaknya sate dijual, dengan sendirinya pelanggan datang membeli dan tetap akan dicari.

Lamuh, warga Desa Ketara, Kabupaten Lombok Tengah mengaku, sajian bumbu yang enak memang menjadi alasan dirinya memilih membeli sate ayam kampung Inaq Rumenah.

“Kalau makan sate daging ayam sudah biasa, tapi karena rasa bumbunya berbeda, menggugah selera, membuat saya suka,” katanya.

Lihat juga...