Kejurnas Sepatu Roda, Ajang Pembinaan Atlet
Editor: Satmoko
MALANG – Kejuaraan sepatu roda antarklub tingkat nasional kembali digelar di kota Malang untuk kesembilan kalinya.
Ratusan atlet sepatu roda dari berbagai daerah turut bertanding untuk memperebutkan Piala Walikota Malang dan Piala Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema).
Ketua Umum Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Malang, Tundung Subali Patma, menyampaikan bahwa Kejurnas sepatu roda antarklub ini rutin diselenggarakan tiap tahun dalam rangka hari jadi kota Malang dan Polinema.
“Untuk perebutan piala Walikota Malang sudah berjalan sembilan tahun, sedangkan untuk piala Direktur Polinema baru pertama kali ini,” jelasnya kepada Cendana News, Sabtu (21/4/2018).

Lebih lanjut Tundung mengatakan, tujuan diadakannya kejurnas sepatu roda adalah untuk meningkatkan prestasi para atlet sepatu roda sekaligus sebagai ajang silaturahmi para pecinta olahraga sepatu roda se-tanah air, mulai dari pembina, pelatih, orangtua atlet maupun atlet itu sendiri.
“Alhamdulillah perkembangan sepatu roda di kota Malang sendiri dari tahun ke tahun semakin membaik. Kalau dulu hanya ada satu klub sepatu roda, sekarang sudah ada tujuh klub sepatu roda,” terangnya.
Menurutnya, dari segi kuantitas olahraga sepatu roda di Malang sudah cukup baik, dan sekarang sudah saatnya mengejar dari segi kualitas.
“Sudah saya sampaikan kepada seluruh pengurus dan juga para orang tua atlet bahwa untuk ke depan kita akan mengejar segi kualitas dalam bentuk berbagai prestasi. Kami berharap di tahun ini klub-klub sepatu roda dari kota Malang bisa kembali menjadi juara umum,” tandasnya.

Sementara itu, Sekjen Pengurus Besar Perserosi, Velix Wanggai, yang turut hadir dalam acara tersebut mengaku sangat mengapresiasi digelarnya Kejurnas yang ditujukan untuk perkembangan pembinaan teknik dan prestasi bagi para atlet sepatu roda di Indonesia.
“Kejuaraan nasional semacam ini merupakan proses dari pembinaan atlet dan juga aktualisasi seberapa tinggi para atlet bisa berprestasi. Kami melihat ada sebuah terobosan juga dari kejuaraan sepatu roda piala Walikota Malang ini, dimana tidak hanya kelas speed saja yang diperlombakan tetapi juga kelas free style,” ungkapnya.
Velix juga berharap agar dari iven Kejurnas kali ini akan muncul bibit atlet yang nantinya bisa mewakili Indonesia di ajang internasional.

“Semoga ke depan akan lebih banyak lagi peserta yang akan ikut berpartisipasi dalam ajang Kejurnas sepatu roda piala Walikota Malang dan Direktur Polinema,” tuturnya.
Sementara itu disebutkan dalam ajang Kejurnas sepatu roda yang diadakan selama dua hari (21-22 April 2018) tersebut diikuti oleh 403 peserta yang berasal dari 42 klub sepatu roda yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Dengan total hadiah sebesar Rp15 juta.