Konsultan Properti Soroti Ketatnya Persaingan Industri Hotel

Ilustrasi. Suasana interior hotel. Foto: Dokumentasi CDN

JAKARTA – Konsultan properti Colliers International menyoroti ketatnya persaingan industri hotel di sejumlah kawasan wisata di Tanah Air karena pertumbuhan hotel baru tidak selaras dengan pertumbuhan permintaan kamar hotel oleh wisatawan.

Jumlah pasokan akan menurun sampai dengan tahun 2020 karena persaingan di industri hotel yang makin ketat dan permintaan akan kamar hotel pertumbuhannya tidak sepesat pertumbuhan hotel, kata Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto dalam rilis di Jakarta, Sabtu.

Menurut Ferry, dari segi pasokan, pada Kuartal I 2018 di Jakarta hanya sedikit bertambah karena hanya ada satu hotel yang akan beroperasi mulai Kuartal I 2018.

Dari sisi permintaan, kata dia, tingkat hunian awal tahun menurun sesuai pola karena belum banyak kegiatan bisnis yang berlangsung di Ibu Kota.

Namun, dia berpendapat bahwa tingkat hunian meningkat karena ada pergeseran kegiatan, khususnya dari pemerintah, pra-Asian Games, prapertemuan tahunan IMF, dan persiapan Pilpres 2019.

Ferry mengungkapkan bahwa tambahan pasokan hotel baru di Jakarta sebenarnya pertumbuhannya melambat sejak 2016, antara lain, karena kinerja pasar industri hotel masih belum membaik.

Selain itu, terbatasnya ketersediaan pendanaan untuk membangun proyek hotel baru juga menjadi salah satu faktor karena pihak perbankan lebih hati-hati dalam mengucurkan pinjaman.

Hal yang serupa juga terjadi di Bali. Tingkat hunian awal tahun menurun sesuai pola karena musim liburan sudah berlalu, ditambah dengan faktor masih terasanya dampak letusan Gunung Agung.

Namun, Bali dinilai akan tetap menjadi destinasi utama di antara beragam lokasi wisata di Indonesia.

Selain itu, indikasi bakal dilanjutkannya proyek pembangunan bandara internasional kedua di Pulau Dewata yang rencananya dibangun di daerah Bali bagian utara juga dinilai ke depannya akan mengembangkan cakupan lokasi wisata sehingga tidak hanya terkonsentrasi di daerah Bali bagian selatan seperti saat ini.

Indonesia saat ini juga makin terkenal bagi turis Muslim yang terindikasi dari Mastercard Global Muslim Travel Index 2017, Indonesia berada di urutan ketiga di bawah Malaysia dan Uni Emirat Arab.

Ia juga mencatat bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang berasal dari kawasan Timur Tengah ke Pulau Bali ternyata terus mengalami peningkatan selama 3 tahun terakhir. (Ant)

Lihat juga...