Kader Posyandu Berperan Penting Cegah Cacingan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG — Pencegahan penyakit cacingan pada anak terus dilakukan oleh para kader pos pelayanan terpadu (Posyandu), bekerja sama dengan para orang tua.

Ani Kurniawati, Bidan Desa Klaten di kecamatan Penengahan, menyebut, pencegahan cacingan merupakan cara meningkatkan kesehatan pada anak. Program tersebut didukung oleh Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas rawat inap Penengahan melalui program pemberian obat pencegah masal (POPM) kecacingan.

Ani Kurniawati, Didan Desa Klaten menyiapkan makanan tambahan bagi ibu hamil [Foto: Henk Widi]
Peranan kader Posyandu dalam pencegahan penyakit cacingan, kata Ani Kurniawati, dilakukan melalui sosialisasi kepada orang tua, terutama kaum ibu. Beberapa langkah pencegahan di antaranya menjaga kebersihan melalui cuci tangan sebelum makan, mencuci tangan sebelum makan, mencuci tangan setelah buang air besar, menggunting kuku anak.

Selain itu, para kader ikut memberi pemahaman dengan memasak daging hingga matang, menyimpan makanan dari kontaminasi kotoran. “Cara-cara sederhana tersebut didukung oleh pemerintah desa Klaten dengan menyiapkan gentong tempat cuci tangan di sejumlah titik, di antaranya balai desa dan tempat umum, yang bertujuan agar anak bisa mencuci tangan seusai bermain,” terang Ani Kurniawati, Jumat (13/4/2018).

Ani Kurniawati juga menyebut, dengan lima kader Posyandu, beberapa peranan dengan sosialisasi kesehatan masyarakat dijadwalkan setiap bulan sekali, diisi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan anak balita dan ibu hamil. Sebanyak 58 anak balita dan tiga ibu hamil, selain mendapat pemeriksaan rutin kesehatan juga memperoleh makanan tambahan bantuan dari Kementerian Kesehatan.

Selain dilakukan sosialisasi kepada anak dan orang tua, para kader Posyandu juga sudah diberikan jadwal pemberian obat cacing Albendazol dengan dosis tunggal 400 mg secara rutin tiap 6 bulan sekali.

Pemberian obat cacing dilakukan setiap bulan April dan Oktober. Pada April ini ,Ani Kurniawati menyebut pada Posyandu Sejahtera dibagikan sebanyak 28 tablet obat cacing.

“Pemberian obat cacing dilakukan setiap enam bulan sekali dengan sasaran anak di atas dua tahun dan diberikan langsung saat pelaksanaan Posyandu,“ terang Ani Kurniawati.

Ani Kurniawati memastikan, selain di tiga Posyandu, program pembagian obat cacing juga dilakukan sejumlah PAUD dan TK. Program pencegahan kecacingan di Posyandu dan anak sekolah dasar didukung oleh kader Posyandu tersebut juga merupakan program untuk menjaga pertumbuhan anak.

“Selain pemberian obat cacing pada bulan April dan Oktober, pemberian vitamin A juga akan dilakukan setiap bulan Februari dan Agustus,” beber Ani Kurniawati.

Bantuan obat cacing, diakui bidan Ani Kurniawati, merupakan program pemberian obat pencegah masal (POPM) kecacingan UPT Puskesmas rawat inap Penengahan. Pola pemberian obat yang mudah bagi anak, bahkan bisa dilakukan oleh kader Posyandu, karena tablet bisa langsung diminum.

“Obat yang dikirimkan oleh Puskesmas langsung diminum langsung, sehingga dipastikan anak meminum obat tersebut dengan bantuan kader Posyandu,” beber Ani Kurniawati.

Maya Sukardi, salah satu kader Posyandu Sejahtera, menyebut perlu pendekatan kepada para orang tua yang memiliki anak balita. Para kader harus mendatangi setiap orang tua pemilik balita dan ibu hamil, agar datang ke Posyandu sesuai jadwal.

Pencegahan penyakit cacingan tersebut, kata Maya dilakukan dengan sosialisasi kepada orang tua untuk menjaga kebersihan. Pada saat komunikasi terbantu dengan telepon pintar, ia menyebut saat ini bagi para orang tua informasi dibagikan melalui grup WhatsApp.

“Kader Posyandu memanfaatkan kemajuan teknologi dengan membuat grup media sosial agar sosialisasi, pengumuman bisa disebar termasuk untuk pencegahan risiko kecacingan,” terang Maya Sukardi.

Peranan kader Posyandu juga semakin penting, dengan adanya program sosial dari Pemkab Lamsel. Program Jumat Berkah yang menyasar masyarakat ekonomi lemah untuk mendapat pelayanan kesehatan terutama yang sakit. Pendataan warga yang mendapat pelayanan kesehatan tersebut dilaporkan ke pihak desa untuk mendapatkan bantuan.

Lihat juga...