Jasa Perbaikan Alat Dapur di Lamsel Masih Dibutuhkan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG — Kebutuhan akan reparasi peralatan dapur seperti wajan, dandang, ceret serta peralatan lain berbahan alumunium masih menjadi solusi penghematan bagi para ibu rumah tangga di Lampung Selatan.

Surya (49), tukang reparasi sistem patri merupakan salah satu warga yang menekuni jasa tersebut sejak 1994. Jasa patri keliling sudah dijalankan sejak dirinya masih menggunakan pikulan dengan cara berjalan kaki. Suara kecrek sekaligus teriakan “Patriii! Patrii!” menjadi ciri khasnya saat menawarkan jasa patri.

Menurutnya, pelaku usaha jasa patri dalam satu kecamatan bisa dihitung dengan jari, karena keahlian itu hanya ditekuni oleh segelintir orang. Surya yang sudah menekuni usaha jasa patri selama 24 tahun lebih mewarisi keahlian mematri dari sang ayah.

Sementara sang adik yang juga mewarisi ahli mematri memilih membuka usaha di kabupaten Tanggamus. Sejak pukul 08.00 pagi, setiap hari ia sudah berkeliling mendatangi rumah-rumah warga.

“Saya mulai menekuni jasa patri, karena tidak memiliki kebun, sawah sehingga harus menciptakan lapangan kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, untuk kebutuhan anak sekolah serta membuat rumah,” terang Surya, yang ditemui tengah memperbaiki dandang milik warga Tanjungheran, Selasa (24/4/2018).

Surya menyebut, jasa patri yang ditekuni berbeda dengan saat ia pertama kali mengawali jasa mereparasi perabotan menggunakan alat khusus. Alat khusus tersebut berupa peralatan perapian dan timbal atau alumunium, untuk proses penambalan.

Penambalan dilakukan menyesuaikan tingkat kerusakan, dari sekedar menambal lubang kecil hingga mengganti bahan baru terbuat dari alumunium.

Kala sistem patri keliling menggunakan cara dipikul dan berjalan kaki, Surya yang tinggal di Gayam, menyebut bisa berkeliling hingga ke puluhan desa.

Hari berikutnya, desa lain dijelajahi hingga dalam sepekan dua tiga kecamatan disebutnya dijelajahi mencari warga yang membutuhkan jasa patri. Saat belum memiliki kendaraan roda dua, jasa ojek dan naik angkutan pedesaan digunakan untuk sampai ke sebuah desa, dilanjutkan jalan kaki dengan pikulan alat patri.

Sejak 2000, Surya menyebut sistem patri menggunakan sistem pemanas mulai ditinggalkan. Pasalnya, kemunculan lem khusus yang dikenal dengan lem steel menggantikan sistem pemanasan.

Sistem patri tradisional dengan tekhnik manual tersebut telah membantu ribuan ibu rumah tangga yang memiliki perabotan dapur rusak. Berbagai peralatan penunjang dimasukkan dalam sebuah kotak khusus yang diletakkan di jok motor miliknya.

“Pelan-pelan saya mulai menabung untuk kredit motor dan memodifikasi alat patri, sehingga bisa saya gunakan untuk keliling,” terang Surya.

Beberapa bahan yang dibawa sebagai penunjang jasa patri di antaranya alumunium berukuran 0,5 mm sepanjang 100 cm x 180 cm. Alat pemukul berupa palu, pahat, jangka untuk melingkari pola, serta besi panjang bekas rel lori. Alat-alat tersebut dibawa menggunakan kendaraan roda dua miliknya.

Saat ini, ia mengaku tak perlu membawa pemanas untuk melebur timbal perekat alumunium, karena tergantikan lem khusus alumunium dan besi.

Sebagai usaha jasa patri yang diwariskan dari sang ayah, Surya mulai mematri dengan upah jasa hanya Rp5.000. Kini, dengan tingkat kerusakan yang berbeda ia mematok tarif jasa patri mulai dari Rp10.000, Rp15.000 dan maksimal Rp65.000, menyesuaikan diameter kerusakan perabot rumah tangga. Tarif tersebut dihitung berdasarkan bahan yang digunakan di antaranya alumunium, lem dan upah tenaga kerja.

“Sebagian ibu rumah tangga masih ada yang menawar, namun ada yang memberi lebih, karena jika ditambal mereka bisa menghemat dibanding membeli perabotan baru,” beber Surya.

Sebagai usaha jasa yang menjadi lapangan pekerjaan baginya, Surya dalam sehari bisa mengumpulkan uang Rp300.000, bahkan bisa lebih. Hasil tersebut diakuinya terbilang tinggi dibandingkan buruh tani atau buruh bangunan. Ia bahkan menyebut, bisa menyekolahkan anaknya hingga jenjang SMA dan satu di antaranya kuliah, dari hasil  usaha jasa patri yang ditekuninya.

Selain perabotan rumah tangga milik para ibu rumah tangga, tangki alat semprot serta alat pertanian berbahan alumunium juga kerap diperbaikinya dengan sistem patri.

Menjaga kualitas hasil patri diakuinya menjadi resep sejak usaha dijalani pada awal 1994. Ketelitian, kerapian dan keawetan untuk menghasilkan kualitas patri yang baik disebutnya tetap dipertahankan.

Sebab, jika hasil patri miliknya cepat rusak, maka dipastikan akan kehilangan pelanggan dan ia tak akan pernah dipanggil lagi. Menjaga kualitas menjadi cara untuk tetap memiliki sumber penghasilan dari para pelanggan yang menggunakan jasanya.

Hesti (30), ibu rumah tangga di Tanjungheran, mengaku kerap menelepon Surya yang kini sudah memiliki nomor telepon seluler, sehingga bisa dipanggil kapan pun saat membutuhkan jasa perbaikan. Seperti kebiasaan sebelumnya ketika tukang patri datang, maka akan berkumpul puluhan ibu rumah tangga lain dengan berbagai keluhan kerusakan perabotan rumah tangga.

“Mereparasi alat rumah tangga yang rusak, jadi solusi kami menghemat, sebab jika membeli baru pasti akan lebih mahal,” terang Hesti.

Keberadaan jasa patri keliling disebut Hesti sudah berlangsung sejak puluhan tahun Silam. Semenjak ayah Surya masih bekerja Hesti bahkan ingat kualitas patri yang dihasilkan ditandai dengan awetnya alat dapur setelah direparasi.

Lihat juga...