Indonesia-China Dirikan Pusat Kajian Antarmasyarakat

Ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA – Indonesia dan China mendirikan Pusat Kajian Antarmasyarakat Indonesia-Tiongkok di Central China Normal University (CCNU), Wuhan, bertujuan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara.

“Tentunya karena lokasi pendirian berakar di institusi pendidikan tinggi, maka tujuan utama pusat tersebut untuk meningkatkan kerja sama dua arah dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta menghasilkan kajian yang bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan masukan untuk hubungan kedua negara,” kata pengamat Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Jona Widhagdo Putri, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Menurutnya, hubungan antarmasyarakat yang baik dan mendalam adalah pondasi utama untuk hubungan kedua negara yang sehat, stabil dan berkelanjutan. Hubungan Indonesia-Tiongkok, dua negara yang memiliki populasi 1,66 miliar ini, bukan hanya berpengaruh dalam hubungan bilateral, namun juga memberikan dampak di kawasan dan bahkan di global.

Hubungan Indonesia dan China dalam bidang ekonomi dan perdagangan telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“China adalah mitra dagang terbesar Indonesia, dalam lima tahun terakhir (2012-2017) realisasi investasi dari China naik dari peringkat ke-12 ke peringkat ke-3,” katanya.

Namun, hubungan antar masyarakat kedua negara masih perlu ditingkatkan, mengingat populasi Tiongkok yang mencapai 1,4 miliar orang dan Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi terbesar ke-4 di dunia yang mencapai 260 juta orang dan akan terus meningkat dengan adanya bonus demografi.

Memang cukup banyak warga negara Indonesia yang merupakan keturunan etnis Tionghoa, dari kelompok etnis tersebut dapat mempelajari sebagian dari budaya dan sejarah China, namun mereka tidak mewakili Tiongkok secara menyeluruh.

Ditambah dengan latar belakang pasang surut hubungan Indonesia dan China pada 1967-1990, banyak gap pemahaman antara kedua negara yang harus diperjelas.

Menurut Jona, China adalah negara yang memiliki 56 etnis, tersebar di wilayah seluas 9,6 juta kilometer persegi, dimana setiap etnis mempunyai latar sejarah, sosial budaya dan agama atau kepercayaan yang beragam.

Agama Islam diperkenalkan di Tiongkok sejak 1.400 tahun yang lalu, sekitar 10 etnis grup diklasifikasikan sebagai etnis muslim, dimana populasi muslim terbesar tersebar di provinsi Gansu, Xinjiang, Yunnan, dan Qinghai.

Sedangkan di banyak kota di Tiongkok dapat ditemukan rumah makan halal dan tempat ibadah untuk beragam agama. (Ant)

Lihat juga...