YOGYAKARTA – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Gunung Kidul, mengimbau pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di wilayahnya tidak meminjam modal kepada rentenir.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Gunung Kidul, Widagdo, mengatakan, banyak pelaku UKM berhutang ke rentenir karena lebih mudah, tetapi ke depan merugikan para pedagang sendiri.
“Banyak pedagang yang bangkrut utang ke rentenir, karena bunga tinggi disarankan kepada UMKM untuk mengambil KUR dari pada ke rentenir,” katanya, Kamis (12/4/2018).
Ia mengatakan, dengan sosialisasi yang gencar dilakukan diharapkan para pelaku UMKM bisa mandiri, dan memilih pinjaman dari bank.
Ia mengakui, kesulitan pelaku UKM dalam mengakses modal ke perbankan adalah agunan. Pihak bank mensyaratkan adanya jaminan, sehingga hal ini sulit dipenuhi mereka.
“Nanti kalau perlu paguyuban pedagang di sini bisa mengajukan kredit secara bersama-sama,” katanya.
Widagdo mengatakan, dengan modal yang ada bisa digunakan untuk mengembangkan usaha yang sudah dirintis. Pelaku usaha harus selalu berinovasi, tidak pernah puas, menjaga keramahan kepada pengunjung, jangan arogan, serta harus menjaga keamanan dan keramahan, berkualitas dan berinovasi.
Kabid UKM Dinas Koperasi dan UKM Gunung Kidul, Sutaryono, mengatakan saat ini produk yang dihasilkan UKM masih belum banyak inovasi, khususnya pelaku UKM di objek wisata.
“Kami akan mendampingi pelaku UKM agar berinovasi dalam menghasilkan produk yang diminati konsumen,” katanya. (Ant)