Bintangi Film Kembang Kantil, Sarwendah Puas Belajar Akting

Editor: Satmoko

Sarwendah (Foto Akhmad Sekhu)

JAKARTA – Sambil menyelam minum air. Demikian peribahasa yang tepat ditujukan pada diri Sarwendah dalam membintangi film ‘Kembang Kantil’ karena ia sekaligus bisa sekalian belajar akting.

Wendah, sapaan akrabnya, mengaku dulu ia memang ingin kuliah akting, tapi orangtua tidak menginzinkan menjadi artis dan menginginkan dirinya menjadi guru sehingga ia kuliah di jurusan Sastra Mandarin, hingga ia pernah juga menjadi guru dan translator bahasa Mandarin.

Sekarang Wendah memang merasa tidak usah kuliah akting, tapi ia terjun langsung untuk berakting dan diarahkan langsung oleh sutradara. Baginya memang lebih praktis karena praktik langsung di lapangan.

“Aku sekarang pun masih belajar akting, karena itu aku juga sering menyempatkan diri nonton film untuk mempelajari bagaimana berakting dengan baik,“ kata Sarwendah kepada Cendana News seusai press screening film ‘Kembang Kantil’ di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.

Perempuan kelahiran Jakarta, 29 Agustus 1989 itu menerangkan, dirinya belajar akting dari pembawaan dan mimik. Misalnya ketika takut tidak berlebihan agar ia dapat membintangi film horor perdananya tersebut dengan sebaik mungkin.

“Sebenarnya lebih otodidak, karena aku nonton film tidak hanya menilai bagus tidaknya sebuah film, tapi memperhatikan akting pemainnya,” ungkapnya.

Membintangi film ‘Kembang Kantil’, Wendah mengaku senang karena merasa perannya sebagai kepala panti asuhan memang sesuai dengan karakternya.

“Pastinya aku senang membintangi film ini karena perannya sesuai dengan karakter aku,“ paparnya.

Lebih senang lagi, mantan personel girl band Cherry Belle ini membeberkan, tentu mendapat restu Ruben Onsu, suaminya. Karena tanpa seizin suami, ia tak akan tenang menjalani proses syuting yang jadwalnya panjang.

“Tapi sebenarnya Ruben nggak pernah ngelarang aku main film, cuma aku harus tahu posisi aku. Dan film ini menjadi film pertama yang dia approved karena karakternya memang sesuai dan aku juga suka anak-anak,” bebernya.

Karena membintangi film horor, Sarwendah pun memberikan pengertian pada anaknya untuk tidak menonton karena biasanya horor tidak sesuai anak-anak.

“Aku menjelaskan pada Thalia ini bunda main film horor, tapi dia belum mengerti film horor. Bunda main film serem dan belum waktunya Thalia nonton film yang serem. Thalia jangan nonton film ini dan dia bilang iya,“ tuturnya.

Setelah membintangi film horor tersebut, Sarwendah main film lagi yang masih dirahasiakan judulnya, tapi memang dikhususkan untuk anak-anak dan ia pun menerangkan pada anaknya yang semata wayang itu.

“Aku jelasin juga, kalau film yang nanti memang khusus untuk anak-anak jadi Thalia bisa nonton,“ tegasnya.

Segala sesuatunya memang Sarwendah menerangkan pada anaknya. “Walaupun kata orang, anak kecil belum mengerti, tapi menurut aku anak kecil itu sebenarnya pinter, tapi kita mungkin belum mengerti cara penyampaiannya,“ tandasnya.

Lihat juga...