Anies Apresiasi Lukisan Anak Disabilitas di Bus Transjakarta
Editor: Irvan Syafari
JAKARTA —- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono meresmikan bus gandeng TransJakarta yang telah dilukis oleh anak-anak berkebutuhan khusus. Bus gandeng Transjakarta itu bertemakan “Ibuku Perempuan Tangguh”.
Hal itu membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapreasiasi dan menyampaikan rasa kagum atas goresan seni yang indah dan penuh warna di badan bus tersebut. Di mata Anies, bus gandeng yang telah di lukis oleh anak-anak berkebutuhan khusus dinilai sangat spesial.
“Ini adalah saudara kita penyandang autisme. Mereka anak-anak dengan kelebihan khusus dengan keterampilan khusus,” kata Anies saat meresmikan bus gandeng Transjakarta di halaman Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).
Anies berkeliling bus untuk melihat hasil karya anak-anak. Satu sisi badan bus dipenuhi dengan gambar bunga berwarna-warni. Kupu-kupu dan lebah melengkapi lukisan taman bunga itu. Nama si seniman cilik, Gani Arrahman, tercantum di lukisan itu.
Lukisan lain didominasi dengan gambar ibu dan anaknya. Salah satu lukisan menggambarkan seorang perempuan dengan tulisan “Ibuku wanita yang kuat”.
Apalagi saat dia berbincang dengan salah satu pelukis tersebut mengenai tulisan di salah satu badan bus TransJakarta itu.
“Saya terima dari Ihsan mengenai tulisan (yang ada di badan bus tersebut). Saya tanya apa tadi dilakukan? Dia bilang, ‘kami memilih untuk tidak meletakan kata ‘dis’ pada abilitas kami,” ujar Anies menirukan perkataan anak itu.
Menurutnya anak-anak berkebutuhan khusus yang melukis bus transJakarta memiliki kelebihan. Untuk itu dia meminta kepada elemen masyarakat tidak merendahkan anak-anak penyandang disabilitas atau autisme.
“Mereka enggak boleh sedikitpun dipandang rendah. Saya minta pada semua masyarakat, jangan menggunakan istilah autis jelek yang bermasalah. Dia adalah anak-anak yang memiliki kelebihan,” pungkasnya.
Tak hanya anak-anak berkebutuhan khusus, Anies juga mengapresiasikan orang tua dari anak-anak tersebut. Terlebih tema yang dibawa adalah sosok Ibu tangguh yang mampu mendidik anak-anaknya menjadi lebih baik.
“Anak-anak ini didik oleh orangtua yang tangguh. Ibu yang tangguh. Tadi salah satu menceritakan tentang ibunya yang kuat istilahnya hati Kartini. Ada yang mengingatkan kita tetang hebatnya para orangtua kita dan anak-anak ini dididik oleh orangtua yang hebat karena mereka bisa tumbuh potensinya,” jelasnya.
Lebih lanjut, keberadaan bus Transjakarta ini juga sebagai pesan untuk seluruh warga Jakarta, bahwa kota ini merupakan milik semua sehingga semua boleh terlibat dan harus difasilitasi.
“Kita saksikan karya mereka, ini pesan penting bagi warga Jakarta, bahwa Jakarta adalah milik semua dan harus memfasilitasi semua warganya,” imbuhnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini berharap bus yang dilukis oleh anak- berkebutuhan khusus ini bisa menginspirasi di Indonesia.
“Insha Allah, peluncuran bus Transjakarta yang diwarnai dengan lukisan anak-anak menjadi inspirasi bagi Jakarta dan bagi Indonesia,” ucapnya.
Sebelumnya, PT Transjakarta mengadakan kegiatan mewarnai bus Transjakarta di halaman Balaikota, pada Jumat lalu 20 April 2018. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud partisipasi aktif dalam memperingati Hari Kartini setiap 21 April. Bus Transjakarta yang telah dilukis ini, rencananya akan beroperasi di Koridor 1 Jakarta dan diharapkan menginspirasi kepedulian masyarakat Jakarta.