Adi Wakili Indonesia dalam World Paramotor Championship
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Salah satu personil kantor Search and Rescue (SAR) Lampung mewakili Indonesia dalam 10 FAI World Paramotor Championship di Pasak Jolasid Dam, Saraburi, Thailand.
Adi Ayang Syah, pria kelahiran Palembang pada 31 tahun silam menyebut mengikuti iven kejuaraan dunia paramotor ke-10 dari tanggal 27 April hingga 7 Mei mendatang. Adi Ayang Syah yang kini di Thailand menyebut mewakili Indonesia bersama tiga atlit lain. Ajang tersebut diikuti 18 negara di antaranya Arab Saudi, Iran, India dan negara lain di Asia termasuk Indonesia.
Adi Ayang Syah menyebut keikutsertaannya dalam ajang paramotor internasional merupakan salah satu partisipasi sebagai atlit. Meski demikian ia menyebut mendapat dukungan penuh oleh Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) khususnya kantor SAR Lampung.
Saat ini ia mewakili Indonesia bersama atlit paramotor dari Jawa Timur dan satu atlit dari Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta dan telah bertolak dari Indonesia sejak (26/4) di negeri gajah putih tersebut.

Sesuai jadwal yang diikuti ia mengaku saat ini sudah menjalani beberapa sesi dan akan mengikuti upacara pembukaan (opening ceremony) pada Senin (30/4) bersama ratusan peserta dari sejumlah negara.
Sebagai laki laki yang menekuni paramotor sejak tahun 2013 ia mengaku menyukai hobi aeromodeling yang menggunakan sarana miniatur model pesawat. Sebagai bagian dari rekreasi, edukasi dan olahraga disebutnya membuat tertarik untuk terbang.
“Saya lalu memilih menekuni paramotor karena jika aeromodelling miniatur pesawat yang diterbangkan, sementara paramotor saya bisa terbang bersama alat,” beber Adi Ayang Syah.
Adi menyebut sebagai anggota SAR Lampung tugasnya melakukan pemantauan udara baik dalam kondisi normal maupun siaga di antaranya lebaran Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.
Dalam tugasnya ia menyebut melakukan pemantauan udara, baik dalam siaga khusus maupun insiden orang hilang di laut seperti dilakukan di wilayah perairan Bakauheni dan Selat Sunda.
Sebagai salah satu atlet paramotor ia kerap mengikuti beberapa iven nasional dengan prestasi cukup membanggakan. Beberapa prestasi tersebut di antaranya di tingkat nasional juara 2 KASAU Cup tahun 2016, juara 2 KASAU Cup tahun 2017 dan juara dua kategori Presision KASAU Cup 2017.
Selain kejuaraan nasional ia bahkan pernah memperoleh juara 1 internasional paramotor di Palembang Sumatera Selatan.
Meski telah ikut mengharumkan nama Indonesia dalam olahraga dirgantara, Adi Ayang Syah masih kerap mengalami kendala dalam dana. Ia bahkan menyebut mendapat tambahan uang saku yang bisa dibantu oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) karena paramotor belum masuk dalam salah satu cabang olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Saya menyisihkan uang untuk iven yang akan saya ikuti dan sebagian mengumpulkan dari bantuan KONI, dukungan dari kesatuan Basarnas,” papar adi Ayang Syah.
Selain solusi menabung, suami dari Desiyana dan 2 putri dan 1 orang putra ini harus kerap menjual sebagian barangnya untuk keperluan mengikuti lomba. Atas pengertian dan dukungan dari keluarga, dominan biaya diperoleh dari pribadi dengan semangat untuk membawa nama harum Indonesia dan Basarnas di kancah nasional serta internasional.
Ia berharap paramotor kelak bisa masuk dalam salah satu cabang olahraga yang masuk di dalam PON, Asian Games. Jika paramotor sudah diakui maka ia akan membentuk dan melatih tim paramotor berbekal dari pengalaman mengikuti beberapa perlombaan.
Ia juga berharap pemerintah daerah bisa memberi perhatian dan dukungan kepada generasi muda yang kreatif dalam bentuk prestasi khususnya di bidang olahraga.
Khusus di Lampung bagi yang ingin belajar bisa bergabung di klub paramotor Lampung. Melalui klub Krakatau Flying Club ia menyebut menjadi ajang berkumpul dan bertukar pengalaman serta berlatih menjadi atlet paramotor profesional.
Sebagai olahraga ekstrim ia menyebut kegiatan tersebut tidak akan menjadi ekstrim selama mengikuti prosedur yang benar. Pemegang lisensi Federasi Aero Sport Indonesia tersebut berharap bisa membawa harum nama Indonesia dan Basarnas melalui ajang paramotor di negeri gajah putih tersebut.