30 SSB DIY Saling Jegal di OSYSL 2018
Editor: Satmoko
BANTUL – Persaingan perebutan tiket final Okky Splash Youth Soccer League (OSYSL) 2018 wilayah DIY dimulai, Sabtu (21/4/2018). Sebanyak 30 tim Sekolah Sepak Bola (SSB) saling jegal pada babak penyisihan yang digelar di Lapangan Jambidan, Banguntapan, Bantul.
Babak penyisihan akan berlangsung selama empat hari dan digelar setiap Sabtu-Minggu. Nantinya, juara dari babak penyisihan berhak untuk bersaing dengan jawara dari daerah lain untuk menyandang titel sebagai juara OSYSL 2018.
Bayu Satria Wibowo, manajer Okky Splash mengungkapkan, turnamen digelar sesuai dengan tagline yang diusung Okky Splash ingin membuat anak-anak Indonesia selalu bahagia dalam aktivitasnya termasuk olahraga. Turnamen juga menjadi ajang pencarian bakat pesepakbola usia dini dari daerah.
OSYSL 2018, kata Bayu, merupakan event kedua. Jika pada tahun pertema OSYSL digelar di empat kota di Jabodetabek, maka pada tahun kedua ini, OSYSL digelar di enam kota. Antara lain Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang, Bandung, dan Jakarta.

“Tahun pertama hanya di Jabodetabek, tapi kemudian berdasarkan masukan yang kami terima akhirnya ditambah dua kota lagi sehingga tahun ini menjadi enam kota. Tahun berikutnya, masih belum ditentukan karena masih menunggu masukan. Tapi peluang besar ada di Sumatera,” katanya di sela pembukan OSYSL zona DIY.
Bayu menjelaskan, nantinya para juara dari masing-masing kota akan kembali diadu di babak final championship yang akan digelar September mendatang di Jakarta. Pada partai itu, akan dipilih 16 pemain terbaik untuk menjadi bagian Okky Splash Team yang akan ambil bagian pada turnamen Singa Cup di Sngapura pada awal November.
Penyelenggara, papar Bayu, sengaja memilih 16 pemain terbaik bukan tim juara sebagai wakil di Singa Cup. Hal itu dilakukan karena mereka ingin tim yang benar-benar mumpuni di semua lini. Kombinasi pemain terbaik akan menghasilkan tim yang kuat.
“Kalau klub yang dikirim kan biasanya ada misalnya kelemahan di sayap, atau di sektor lain. Nah kami pilih pemain terbaik sesuai posisinya masing-masing, sehingga kekuatan dalam tim cukup merata,” paparnya.
Bayu menambahkan, pada tahun lalu pihaknya juga mengirim tim ke Singa Cup. Namun sayang, tim yang dikirim hanya sanggup berkiprah hingga babak per delapan final. Karena itu ia berharap tim yang akan dikirim tahun ini bisa menuai hasil yang lebih baik.