USBN, Penentu Utama Kelulusan Siswa di DIY

Editor: Koko Triarko

Kepala Seksi Kurikulum, Bidang SMP, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Hasyim, -Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Mulai tahun ini, penentuan kelulusan siswa akan sepenuhnya ditentukan oleh nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Sementara nilai Ujian Nasional tidak lagi menjadi pertimbangan kelulusan siswa. 

Kepala Seksi Kurikulum, Bidang SMP, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Hasyim, menyatakan berdasarkan ketentuan pusat, mulai tahun ini nilai USBN akan menjadi penentu utama kelulusan siswa. Sebelas mata pelajaran akan diujikan dalam USBN tahun ini.

“Jika tahun lalu jumlah mata pelajaran yang dijujikan dalam USBN hanya 3 mapel, maka tahun ini ada 11 mapel yang diujikan. Ini karena USBN mulai tahun ini akan menjadi penentu utama kelulusan siswa,” katanya, Kamis (22/3/2018).

Untuk tingkat SMP, pelaksanaan USBN rencananya akan dilakukan secara serentak di masing-masing sekolah pada 9-16 April 2018 mendatang, atau sepekan sebelum Ujian Nasional mulai digelar. Tak seperti UN yang digelar dengan sistem komputer, USBN dilakukan dengan sistem kertas.

“Untuk USBN, materi soal 75 persen dibuat oleh daerah, sementara 25 persen dibuat oleh pusat. Sistemnya menggunakan kertas atau paper based test,” jelasnya.

Meski penentuan kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh USBN, siswa nantinya tetap wajib mengikuti Ujian Nasional (UN). Tahun ini, UN rencananya akan dilakukan dengan sistem komputer atau biasa disebut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Untuk UNBK, 100 persen soal nanti akan dibuat oleh pusat. Untuk tingkat SMP UNBK akan digelar pada 23-26 April 2018 mendatang. Sistemnya seperti tahun lalu, yakni berbasis komputer,” katanya.

Dijelaskan Hasyim, jika USBN digelar sebagai alat penentu kelulusan siswa, maka UNBK digelar lebih sebagai alat ukur serta pemetaan kualitas sekolah di setiap wilayah Indonesia.

Lihat juga...