Sekjen PBB Sesalkan Kegagalan Capai Gencatan Senjata

Ilustrasi Peta wilayah Suriah - Foto: Dokumentasi CDN

NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, ia sangat menyesalkan bahwa Resolusi 2401, mengenai dihentikannya permusuhan di seluruh Suriah, belum dilaksanakan.

Pemimpin PBB tersebut juga mengatakan, ia sangat prihatin dengan keputusasaan yang diperlihatkan oleh orang yang menyelamatkan diri dalam jumlah sangat banyak dari Ghouta Timur dan Afrin.

Ghouta Timur telah menjadi berita utama baru-baru ini di tengah tekad pemerintah untuk merebut kembali daerah tersebut dan pada saat yang sama mengizinkan warga sipil pergi. Sementara sebanyak 400.000 orang masih tinggal di daerah kantung yang dikuasai gerilyawan itu.

“Saya mendesak semua pihak dalam konflik agar sepenuhnya menghormati hukum hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional serta menjamin perlindungan warga sipil,” kata Guterres, Sabtu pagi.

Ia juga menyatakan, “Setiap pengungsian warga sipil harus aman, sukarela dan sepenuhnya sejalan dengan aturan internasional. Juga sangat penting bahwa semua orang yang kehilangan tempat tinggal mendapatkan perlindungan berdasarkan hukum hak asasi manusia dan kemanusiaan. Saya menyeru Dewan Keamanan agar bersatu dan melakukan tindakan nyata untuk segera mengakhiri tragedi ini.”

PBB dan semua mitranya, sepenuhnya dikerahkan untuk segera menyalurkan bantuan penyelemat nyawa kepada semua orang yang memerlukan, kata Sekretaris Jenderal PBB tersebut.

“Saya menyeru semua pihak agar menjamin akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan ke semua dareah. Kenyataan di lapangan di seluruh Suriah menuntut tindakan cepat guna melindungai warga sipil, meringankan penderitaan, mencegah ketidakstabilan lebih jauh, menangani pangkal konflik dan untuk jangka panjang, penyelesaian politik yang langgeng sejalan dengan Resolusi 2401,” kata pemimpin PBB itu.

Dewan Keamanan PBB pada 24 Februari dengan suara bulat telah sah membuat Resolusi 2401, yang menuntut gencatan senjata setidaknya selama 30 hari di seluruh Suriah, yang akan memungkinkan akses kemanusiaan dan pengungsian medis darurat. (Ant)

Lihat juga...