Potensi Koi Kediri Tembus Rp235 Miliar Pertahun
KEDIRI – Potensi peternakan ikan koi di Kediri Jawa Timur cukup bagus. Setiap tahunnya, Kediri rata-rata bisa mengirimkan hingga 85 juta ekor ikan Koi yang nilai ekonominya mencapai Rp235 miliar.
“Potensi ekonominya cukup bagus, bahkan setiap tahun menunjukkan peningkatan hingga 1 persen,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nurhafid dalam acara Festival Ikan Kediri 2018 di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Minggu (4/3/2018).
Dalam festival tersebut, dilombakan dua jenis ikan, yakni koi dan cupang. Pemkab sengaja menyelenggarakan acara tersebut, dengan harapan semakin menggugah minat masyarakat untuk beternak ikan hias tersebut. Dengan acara tersebut, juga membantu meningkatkan kesejahteraan peternak ikan hias.
Festival digelar secara rutin setiap tahun, dan untuk penyelenggaraan kali dalam rangka hari jadi Kabupaten Kediri. “Dengan festival ini orang semakin tertarik. Kami menyelenggarakan kegiatan ini setiap tahun. Ini memeriahkan hari jadi Kabupaten Kediri sekaligus menunjukkan, promosikan potensi ikan hias di kabupaten supaya dikenal masyarakat luas, sehingga bisa meningkatkan nilai ekonomi untuk warga,” ujar Nurhafid.
Sentra ikan koi di Kediri tersebar di berbagai daerah diantaranya Kecamatan Plosoklaten, Wates, Kandat, Ringinrejo, hingga Badas. Potensi yang dimiliki tersebut semakin mendorong minat masyarakat menjadi peternak ikan hias. Dari pendataan yang dilakukan, jumlah pembudidaya ikan hias di Kediri semakin bertambah setiap tahunnya.
Selain ikan koi, potensi ikan hias lainnya adalah ikan cupang. Pertahun potensinya bisa mencapai 96 juta ekor dengan nilai ekonomis Rp81 miliar. Lokasi peternakan ikan cupang juga menyebar, diantaranya di Kecamatan Ngadiluwih, Ngasem, Kandat, Badas, hingga Pare.
Ketua I Asosiasi Pecinta Koi Indonesia Bidang Pembinaan Organisasi Lukas Sidharta mengatakan, penilaian pada festival ikan hias di Kediri, panitia menetapkan kriteria yang cukup ketat. Untuk ikan koi, akan dilihat ikan yang paling menarik, baik dari segi badan ataupun mempunyai ukuran yang pas.
“Kriteria penilaian ikan koi dari keindahan keseluruhan. Di awal, akan dilihat yang paling menarik itu yang akan dinilai juri, setelah itu dari badan, yang ukuran pas. Untuk kriteria warna, merahnya harus cerah, hitamnya bagus, putihnya bersih dan mengkilat,” katanya.
Dengan mengikuti festival dan menjadi pemenang, ikan akan secara otomatis terpilih menjadi indukan yang berkualitas. Sehingga ketika mengikuti kontes dan menjadi pemenang seorang pembudidaya tidak hanya mendapatkan hadiah dari lomba, tetapi juga mendapatkan hadiah kepemilikan indukan yang berkualitas yang mempunyai nilai jual cukup tinggi.
“Itu tentu harga naik, tapi tidak setiap orang ingin jual. Ikan itu bisa menjadi indukan pejantan. Dengan indukan yang baik biasanya akan menghasilkan anakan yang baik. Ini dalam jangka panjang berguna bagi perkembangan koi,” tandasnya.
Ada sekira 270 peserta kompetisi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah ikan yang ikut lomba, ikan koi ada 700 ekor dan ikan cupang ada 320 ekor. (Ant)