Pasukan Pemerintah Suriah Rebut Seperempat Wilayah Ghouta
BEIRUT – Pasukan pemerintah Suriah berhasil merebut sekitar seperempat wilayah Ghouta. Daerah yang direbut berada di kantung dekat Damaskus, yang dalam beberapa hari terakhir dikuasai kelompok gerilyawan.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyebut, daerah yang berhasil direbut sebagian besar berupa kawasan peternakan. “Sebagian besar adalah peternakan dan hanya ada sedikit kota di daerah yang direbut,” kata Direktur Observatorium Rami Abdulrahman, Minggu (4/3/2018).
Sebelumnya Dewan Keamanan (DK) PBB pada Rabu (28/2/2018) menyampaikan kekecewaan sehubungan dengan kegagalan untuk melaksanakan resolusi yang menyerukan gencatan senjata di seluruh Suriah. Pada Sabtu (24/2/2018), DK PBB mensahkan Resolusi 2401, yang menyerukan gencatan senjata tanpa penundaan selama 30 hari di seluruh Suriah.
Gencatan senjata tersebut dibutuhkan untuk mengirim bantuan kemanusiaan dan mengungsikan orang yang sakit parah dan cedera. “Kami berada di sini lagi hari ini karena jeda singkat yang secara bulat anda tuntut baru dua hari lalu di dalam Resolusi 2401 belum terwujud,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB bagi Urusan Politik Jeffrey Feltman kepada DK PBB.
Feltman menyebut, tidak ada kata-kata yang dapat disampaikan untuk menggambarkan kekecewaan terhadap kegagalan kolektif masyarakat internasional untuk mengakhiri perang di Suriah tersebut. “Tapi kekecewaan bukan apa-apa dibandingkan dengan penderitaan dan kehancuran yang datang tanpa-henti kepada rakyat Suriah,” kata Feltman.
Serangan udara, pemboman dan serangan darat masih terus berlanjut di Suriah. Bahkan Feltman menyebut adanya laporan mengenai serangan gas klorin di daerah tersebut. “Apa yang kami perlukan ialah pelaksanaan (Resolusi) 2401, dan itu tidak terjadi,” tandas Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Kemanusiaan Mark Lowcock.
Lowcock menyebut, lebih dari 580 orang dilaporkan telah tewas dan lebih dari 1.000 orang lagi cedera akibat serangan udara dan darat ke Ghouta Timur sejak 18 Februari lalu. Penyerangan tersebut menjadi bagian dari upaya tentara pemerintah untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kubu gerilyawan.
Pada saat yang sama, ratusan roket dari Ghouta Timur ditembakan ke dalam wilayah Ibu Kota Suriah, Damaskus. Serangan tesebut dilaporkan telah menewaskan 15 orang dan melukai lebih dari 200 orang lagi.
Lowcock mengatakan rombongan PBB sudah pergi ke 10 lokasi terkepung yang sulit dicapai di Suriah. Semua itu meliputi rombongan 45-truk dengan bantuan untuk 90.000 orang di Ghouta Timur. Namun para pekerja kemanusiaan PBB belum diberi izin untuk memasuki lokasi tersebut sejak pengesahan Resolusi 2401.
Tak ada warga sipil yang bisa meninggalkan Ghouta Timur dan tak ada peningkatan kondisi kemanusiaan di daerah kantung utama terakhir yang dikuasai gerilyawan tersebut.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan resolusi tersebut juga menggaris-bawahi perlunya bagi semua pihak untuk menyepakati adanya jeda kemanusiaan dan gencatan senjata. Setiap jeda yang berlangsung harus didahului oleh kesepakatan semua pihak untuk menurunkan ketegangan. (Ant)