Pemerintah dan Oposisi Malaysia Berbeda Pendapat Soal Equanimity

Ilustrasi bendera Malaysia - Foto: Dokumentasi CDN

KUALA LUMPUR – Pemerintah Malaysia dan partai oposisi berbeda pendapat saat menyikapi perampasan kapal layar mewah Equanimity oleh Bareskrim Polri dan FBI di Pelabuhan Benoa Bali, Rabu (28/2/2018).

Menteri Multimedia dan Komunikasi Malaysia Datuk Seri Salleh Said Keruak mengatakan, tidak ada bukti yang menunjukkan pengusaha Malaysia Low Taek Jho adalah pemilik kapal layar mewah Equanimity yang dirampas di Bali tersebut. Dia mengatakan, laporan perampasan kapal yang dikaitkan dengan Low adalah berita palsu.

Disebutnya, oposisi hanya langsung mempercayai tuduhan yang tidak dapat disahkan dan dibuktikan. Yaitu tuduhan yang menyebut kapal tersebut milik Jho Low dan dibeli menggunakan uang milik 1Malaysia Development Berhad atau yang dikenal dengan 1MDB.

“Hakikatnya, sumber dakwaan tersebut ada dalam tuntutan sipil Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang sudah dihentikan untuk sementara sejak Agustus lalu,” ujarnya, Jumat (2/3/2018).

Datuk Seri Salleh Said Keruak menyebut, DOJ tidak dapat menunjukkan bukti bahwa Jho Low adalah pemilik sebenarnya kapal tersebut. Bahkan DOJ disebutnya juga tidak bisa dibuktikan jika dibeli dengan uang 1MDB. “Malah DOJ belum membuktikan apa-apa dalam dakwaannya di mahkamah, walaupun sudah dua tahun berlalu sejak jumpa pers pada Juli 2016,” tandasnya.

Salleh yang juga anggota Majelis Tertinggi UMNO mengatakan, oposisi yang diketuai bekas perdana menteri Tun Dr Mahathir Mohamad dan DAP (partai oposisi) menggunakan berita palsu sebagai senjata utama meraih suara Pemilu.

Sementara politisi oposisi dari PKR, Datuk Seri Mohamed Azmin Ali menilai pemerintah Indonesia telah berani bertindak bekerjasama dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk merampas kapal layar tersebut.

“Jho Low dan pelaku konspirasi akan dihadapkan ke muka pengadilan dan segala aset curi yang jumlahnya miliaran ringgit akan dibawa ke Malaysia dan dikembalikan seperti semula untuk membantu rakyat,” kata Menteri Besar Selangor.

Karena itu, pihaknya meminta pihak kehakiman dan pihak berkuasa Malaysia yaitu Ketua Polisi Negara untuk menahan dan menangkap Jho Low. Polisi diminta untuk membawanya ke Malaysia dan dihadapkan ke muka pengadilan. (Ant)

Lihat juga...