Pelaku Usaha Diminta Ambil Bagian Penanganan Sampah Tiga Gili dan Rinjani

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MATARAM — Sampah di kawasan wisata, hampir menjadi permasalahan setiap daerah, tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Di antaranya di tiga Gili, Gili Terawangan, Gili Meno, Gili Air dan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Menangani masalah sampah kawasan objek wisata, tentu tidak terlepas dari aktivitas masyarakat dan wisatawan yang melakukan liburan. Selain pemerintah, juga dibutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Pelaku usaha, mulai usaha jasa perhotelan, penginapan, emanduwisata, termasuk wisatawan sebagai pihak yang diuntungkan dari keberadaan pariwisata,” kata Bupati Lombok Utara, Najmul Ahyar di Mataram, Rabu (8/3/2018).

Karena itulah sebagai pihak yang diuntungkan dari keberadaan sektor pariwisata di Lombok Utara, terutama di tiga Gili dan Rinjani, pelaku usaha diharapkan bisa ambil bagian dalam penanganan sampah.

Peran serta tersebut bisa dilakukan dengan ikut memelihara kebersihan, termasuk menggunakan dana CSR untuk pengelolaan sampah, supaya tidak mengotori keindahan objek wisata.

“Tingginya tingkat kunjungan dengan aktivitas yang juga tinggi dan pendakian juga menjadi penyebab volume sampah setia hari semakin besar,” katanya.

Najmul menambahkan, guna mengurai masalah sampah di tiga Gili sebagai tujuan wisatawan paling ramai, setiap harinya Pemkab melakukan pengangkutan dari TPS dan membawanya ke TPA.

Langkah tersebut dilakukan, selain sebagai upaya mengurai tumpukan sampah, juga mencegah terjadi pencemaran dan memastikan kawasan Gili tetap bersih.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan, untuk menangani masalah sampah, setiap beberapa bulan sekali pihaknya menggandeng para pelaku wisata melakukan Gerakan Sapta Pesona wisata.

Gerakan tersebut dilakukan dengan melibatkan pelaku usaha, wisatawan, masyarakat dan aktivis pecinta lingkungan, dengan menyasar sejumlah objek wisata yang ada.

“Melalui gerakan tersebut diharapkan akan bisa menginspirasi dan membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan demi menjaga citra positif kawasan wisata,” katanya.

Lihat juga...