Nelayan Kaltara Kembangkan Kepiting Bakau Hasil Rekayasa

Ilustrasi kepiting /Foto: Dokumentasi CDN.

NUNUKAN — Nelayan Provinsi Kalimantan Utara mengembangkan kepiting bakau hasil rekayasa teknologi pembenihan yang dikerja samakan dengan Balai Besar Perikanan Budi Daya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

Hal ini dikemukakan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltara, Amir Bakri di Tanjung Selor, Sabtu sekaitan dengan pelepasan 350 benih kepiting bakau di pertambakan Jalan Jembatan Bongkok Kota Tarakan baru-baru ini.

Benih kepiting bakau ini kata dia, merupakan hasil rekayasa teknologi pembenihan yang dikerja samakan dengan BBPBAP Jepara. Pelepasan benih kewpiting jenis ini untuk menambah populasi karena jumlahnya mulai berkurang.

Berkurangnya jumlah kepiting bakau disebabkan oleh penangkapan secara bebas oleh nelayan setempat sehingga perlu ditambah agar tidak punah, sebut dia melalui sambungan telepon dari Nunukan.

Amir Bakri menyatakan, luas lahan tanaman bakau di daerah itu masih mencapai 166.000 hektare di mana areanya masih cukup baik untuk pembudidayaan kepiting.

Mengenai kepiting bakau yang dibudidaya tersebut, kata Kadis KP Kaltara ini dapat dijual secara bebas. Ia mengharapkan, kerja sama dengan BBPBAP Jepara dapat berlangsung secara berkesinambungan untuk dikembangkan di daerah itu.

Jika pengembangan kepiting air payau dibudidayakan dipastikan dapat berkembang karena area bertelur sangat luas dan memenuhi standar. “Kepiting payau sangat layak dibudidaya di Kaltara karena tanaman bakau masih cukup luas,” ujar dia (Ant).

Lihat juga...