Industri Kerajinan Kalsel Serap 39.814 Tenaga Kerja

Pencari kerja di sebuah job fair, ilustrasi -Dok: CDN

BANJARMASIN — Industri kerajinan di Kalimantan Selatan tumbuh cukup pesat dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 39.814 yang sebagian besar adalah tenaga kerja perempuan.

Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel Hj Raudhatul Jannah Sahbirin Noor di Banjarmasin, Jumat, mengatakan berdasarkan data, jumlah usaha kerajinan di Kalsel pada 2017 sebanyak 19.907 usaha.

Peningkatan tersebut, tambah dia, tidak lepas dari bimbingan dan pembinaan dari Dekranasda.

“Kita terus berupaya untuk mempercepat program-program Dekranasda, terutama dalam pengembangan kualitas industri kerajinan,” katanya.

Dekranasda provinsi maupun kabupaten dan kota, kini terus berupaya meningkatkan berbagai produk kerajinan, terutama yang berbasis sumber daya alam yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Seperti industri kerajinan purun, berbagai olahan dari tanaman eceng gondok, yang kini telah banyak diminati baik dari dalam maupun luar negeri.

Selain itu, masing-masing kabupaten kini juga berlomba mengembangkan kain khas masing-masing daerah, dengan menggali potensi yang ada.

Melalui kain khas tersebut, daerah berupaya menonjolkan khasanah kekayaan alam daerah dengan goresan gambar pada kain.

Upaya dan kerja keras pemerintah daerah dan dekranasda tersebut, mendapatkan sambutan cukup baik dari pemerintah pusat.

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf yang datang ke Banjarmasin, mengungkapan syukur dan kagum atas kekayaan kerajinan rakyat yang dimiliki Kalimantan Selatan.

Menurut Mufidah, Dekranasda sebagai mitra kerja pemerintah memiliki peran strategis untuk melakukan pembinaan bagi kemajuan kerajinan daerah.

Berkaitan dengan hal itu, lanjutnya, Dekranasda penting untuk terus melakukan inovasi- inovasi kreatif baik dalam bentuk pembinaan dan pelatihan manajemen tata kelola usaha.

“Saya mengetahui di Kalsel kaya kerajinan rakyat antara lain kain sasirangan, batu permata intan, anyaman-anyaman dari bahan alami dan banyak lagi,” katanya.

Membantu perajin meningkatkan usahanya, maka peran Dekranasda sangat penting untuk meningkatkan usaha sesuai selera pasar.

Mufidah juga mengingatkan pentingnya para perajin untuk memanfaatkan teknologi digital seperti pemasaran online.

Demikian pula dalam hal desain, seperti kain sasirangan bisa dikembangkan dalam bentuk fashion.

“Jika ini dilakukan maka akan bisa meningkatkan nilai jual produk,” katanya.[ant]

Lihat juga...