Harga Gabah Kalsel Februari Naik 9.91 Persen
BANJARBARU — Harga gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP) tingkat petani di Kalimantan Selatan selama Februari 2018 mengalami kenaikan sebesar 7,91 persen dibanding bulan sebelumnya.
Kepala BPS Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru, Sabtu mengatakan, survei harga produsen gabah selama Februari 2018 dilakukan pada 10 kabupaten dan didominasi 46 observasi.
“Kenaikan rata-rata harga gabah kualitas GKP tingkat petani sebesar 7,91 persen dari harga Rp5.012 per kilogram bulan Januari menjadi Rp5.408 di bulan Februari,” ujarnya.
Ia mengatakan, transaksi harga gabah lebih banyak pada varietas unggul dan kenaikan harga gabah juga terjadi pada tingkat penggilingan yang mengalami kenaikan 7,90 persen.
Disebutkan, sebelumnya pada bulan Januari harga gabah tingkat penggilingan sebesar Rp5.106 per kilogram dan naik menjadi sebesar Rp5.509 pada bulan kedua tahun 2018 ini.
“Jadi kenaikan harga gabah terjadi baik ditingkat petani maupun ditingkat penggilingan dan transaksi yang terjadi lebih banyak pada gabah varietas unggul,” ungkapnya.
Sementara itu, komponen mutu gabah selama Februari cenderung fluktuatif dan terjadi penurunan persentase kadar air maupun kadar hampa/kotoran dibanding Januari.
“Rata-rata kadar air (KA) dan kadar hampa/kotoran gabah kualitas GKP masing-masing 14,79 persen dan 3,67 persen sehingga cukup mempengaruhi kualitas gabah,” ucapnya.
Dikatakan, harga gabah tertinggi di tingkat petani berasal dari gabah kering panen (GKP) varietas Siam Mayang yakni Rp7.000 per kilogram di Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala.
“Harga terendah di tingkat petani sebesar Rp4.300 per kilogram berasal dari gabah kualitas kering panen varietas IR 42 di Kecamatan Tapin Tengah masuk wilayah Kabupaten Tapin,” ujarnya.
Sementara itu, sepuluh kabupaten yang menjadi observasi yakni Kabupaten Tanah Laut, Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, HST, HSU, Tanah Bumbu, Tabalong, dan Balangan (Ant).