Dinkes Balikpapan Fokus Turunkan Angka Penderita Stunting

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina JPP. – Foto: Ferr Cahyanti

BALIKPAPAN — Pada 2017, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menemukan kasus stunting mencapai 1000 lebih atau kurang dari 1 persen dari jumlah balita dan anak sebanyak 15 ribu jiwa. Dengan adanya kasus stunting itu, Dinas Kesehatan kota di tahun ini fokus menurunkan angka kejadian tersebut.

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Gejala stunting di antaranya anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya, proporsi tubuh cenderung normal, tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya, berat badan rendah untuk anak seusianya, pertumbuhan tulang tertunda.

“Pemeriksaannya dengan mengukur tinggi badan dan berat badan harus sesuai dengan usia. Ternyata, saat pemeriksaan tidak sesuai atau tidak ideal. Misalnya, yang seharunya 100 cm pada usianya, tapi kurang dari itu ditambah berat badan yang kurang. Hasil pemeriksaan yang ditemukan ada 1000 lebih balita dan anak tahun 2017,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina JPP, saat ditemui Jumat, (2/3/2018).

Menurutnya, penyebab stunting ini ada beberapa faktor, salah satunya asupan gizi yangn kurang. “Faktornya adalah gizi. Kalau gizi ya sudah pola makan, asupan makanannya bagaimana. Penyebabnya gizi yang kurang dan pola makan yang tidak teratur. Kalau gizinya jelek tumbuh kembang tak bagus atau terganggu. Kalau ditemukan bayi atau balita langsung dilakukan penanganan tetap konsultasi bagaimana memperbaikinya,” paparnya.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting yaitu dengan memberikan makanan tambahan dan penyuluhan pemberian makanan yang sehat seperti pemahaman empat sehat lima sempurna.

“Kalau di posyandu kita berikan makanan tambahan, dan penyuluhan. Kalau sekolah melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang berjalan maksimal. Penggerak PKK juga fokus dalam penanganan ini sehingga kami juga bekerjasama semua lini untuk menurunkan angka di tahun ini,” terang Balerina.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk menjaga pola makan terhadap anak-anaknya dari asupan gizinya dan memberikan makan sesuai dengan masa pertumbuhannya.

“Tahun ini kita lihat apakah meningkat atau tidak. Tetapi, tahun ini kita cegah, yang stunting kita bantu memperbaikinya sampai usia sekolah dan menurunkan angka stunting,” pungkasnya.

Lihat juga...