85 Warga Sikka Menderita Demam Berdarah

Editor: Koko Triarko

MAUMERE –  Sejaka Januari hingga Februari ini, sebanyak 85 warga di kabupaten Sikka tercatat menderita demam berdarah. Angka ini dimungkinkan bertambah, mengingat musim hujan yang masih terjadi dan banyak saluran air yang tergenang.

“Untuk mengatasi kasus ini, dinas kesehatan kabupaten Sikka telah melakukan fogging atau pengasapan pada daerah-daerah yang ditemukan ada penderitanya. Pengasapan dilakukan dua kali saat pagi hari dan sore untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk  aedes aegypti,” sebut Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Sikka, Dedy  Benyamin, Jumat (2/3/2018).

Dikatakan Dedy, jumlah penderita di bulan Januari sebanyak 54 orang dan pada Februari 31 orang dan terus mengalami penurunan. Sementara itu, terdapat 3 orang anak berumur di bawah setahun serta umur 1 sampai 4 tahun berjumlah 26 orang.

Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Sikka, Dedy Benyamin. -Foto: Ebed de Rosary

“Penderita terbanyak juga anak-anak yang berumur 5 sampai 15 tahun sebanyak 43 orang sementara berumur lebih dari 15 tahun sebanyak 13 orang.Berdasarkan jenis kelamin, laki-laki sebanyak 47 orang dan perempuan sebanyak 38 orang,” tuturnya.

Menurut kecamatan, tambah Dedy, penderita terbanyak berasal dari kecamatan Alok sebanyak 20 orang, Alok Timur 15, Kangae 9, Kewapante 7, Magepanda 6, serta Nele, Waigete dan Talibura masing-masing 5 orang. Juga kecamatan Lela dan Doreng 4 orang serta Alok Barat 3 orang serta Nita dan Hewokloang masing-masing 1 orang.

“Hanya 5 kecamatan yakni Paga, Mego, Tanawawo, Koting, Bola, Mapitara, Waiblama dan Palue yang belum ditemukan penderita demam berdarah. Mudah-mudahan jumlah penderita di bulan Maret 2018 ini jumlah penderitanya mengalami penurunan,” harapnya.

Maria Valentina Tore, Staf Dinas Kesehatan kabupaten Sikka yang mengurus penyakit malaria dan demam berdarah kepada Cendana News, mengatakan, pihaknya sudah membagikan kelambu sebanyak 128.900 bagi warga di 21 kecamatan di kabupaten Sikka.

“Kami sudah distribusikan kelambu yang dilakukan melalui 25 puskesmas yang ada. Dengan dibaginya kelambu ini, kami berharap agar masyarakat mempergunakannya agar bisa terhindar dari penyakit demam berdarah dan malaria,” ungkapnya.

Lenti, sapaannya, juga berharap agar masyarakat bisa melakukan gerakan 3M Plus di wilayah mereka masing-masing, sebab saat ini masih musim hujan yang menyebabkan nyamuk demam berdarah dan malaria berkembang biak dengan cepat.

Lihat juga...