2018, Empat Pasar Tradisional Kabupaten Kota NTB Direvitalisasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MATARAM — Kesan kumuh selama ini kerap disematkan terhadap pasar tradisional, karena masalah kebersihan yang tidak mampu terjaga dengan baik, termasuk terkait penataan yang amburadul.

Guna melakukan penataan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan pada tahun 2018 akan melakukan revitalisasi sejumlah pasar tradisiona di NTB.

“Ada empat pasar tradisional di setiap kabupaten kota akan direvitalisasi pada 2018 untuk mendorong pasar tradisional bisa tampil menjadi pasar bersih dan moderen,” kata Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani di Mataram, Selasa (27/3/2018).

Dengan adanya proses revitalisasi nantinya juga kesan kumuh tentang pasar tradisional bisa dihilangkan. Masyarakat dari semua kalangan akan bisa senang datang berbelanja berbagai kebutuhan.

Dalam proses revitalisasi nantinya semua perdagangan lapak akan ditata, misalkan lapang penjual sayur, daging akan dibuat sendiri-sendiri, supaya rapi dan masyarakat bisa enak berbelanja.

“Selama ini para penjual dari pedagang cabai terasi, sayuran maupun daging, tempatnya tidak beraturan, sehingga kelihatan amburadul, itu yang akan kita tata,” katanya.

Putu Selly Andayani
Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani. Foto : Turmuzi

Terkait syarat pasar tradisional yang akan direvitalisasi antara lain, dekat dengan permukiman, harus disediakan lahan, roda prekonomi di situ ada berjalan.

Selly menambahkan, masalah tata klola pasar tradisional sepenuhnya tetap diserahkan kepada Pemkab, kapasitas Disdag hanya membangun, tempat parkir, tempat jualan, supaya roda ekonomi bisa berjalan.

“Selama 2017, beberapa pasar yang telah direvitalisasi antara lain, pasar tradisional Sweta, Kebon Roek Ampenan dan beberapa pasar tradisional kabupaten kota lain,” tutupnya.

Lihat juga...