WHRPG Pabrik Semen Indonesia Tuban Diapresiasi Jepang

Ilustrasi cerobong pembuangan asap co2 - Foto : Istimewa

TUBAN – Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, Kunihiro Suga mengaku puas dengan pembangunan Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) atau pemanfaatan gas buang di Pabrik Semen Indonesia Tuban, Jawa Timur. Upaya untuk mengurangi emisi CO2 dengan WHRPG telah berfungsi efektif.

“Saya telah melihat sendiri dengan naik turun tangga, Proyek ini sudah dijalankan dengan baik dan akan kami laporkan hasil tersebut ke Pemerintah Jepang,” kata Kunihiro, usai melihat Pabrik Semen Indonesia di Tuban, Selasa (27/2/2018).

Kunihiro yang juga CEO Global Enviromental Center (GEC) Foundation mengatakan, pembangunan WHRPG Pabrik Tuban merupakan kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM). Jepang memberikan subsidi sebesar 11 juta dolar untuk pembangunannya.

Direktur Enjiniring dan Proyek Semen Indonesia Tri Abdisatrijo mengatakan, PT Semen Indonesia terus berkomitmen membuat lingkungan yang ramah dalam setiap kegiatan operasionalnya. Keberadaan WHRPG di Pabrik Tuban hasil bekerja sama dengan JFE Engineering Jepang adalah salah satu upaya nyata dalam hal tersebut.

Proyek pemanfaatan gas buang di Pabrik Tuban, mampu mengurangi emisi CO2 sebesar 122.358 ton per tahun. Jumlahnya setara dengan penanaman 4.295 batang pohon trembesi di lahan seluas 96 hektar. “Seperti diketahui bahwa pohon trembesi merupakan pohon terbaik dalam menyerap CO2. Satu pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton CO2/tahun,” jelasnya.

Proyek WHRPG di Pabrik Tuban, telah dilakukan di seluruh pabrik, yakni Tuban 1, 2, 3 dan 4. Programnya telah diinisiasi sejak 2014 lalu. WHRPG di Tuban disebut-sebut sebagai yang terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Dalam operasionalnya WHRPG tidak menggunakan batu bara atau BBM, namun menggunakan panas dari gas buang operasional pabrik. “Keberadaanya mampu menghasilkan daya listrik sebesar 30,6 MW,” ungkap Tri. (Ant)

Lihat juga...