Turiani Manfaatkan Pisang Jadi Keripik Aneka Rasa

Editor: Satmoko

Turiani menunjukkan produk keripik pisangnya. Foto; Agus Nuchaliq

MALANG  – Usaha makanan ringan berbahan dasar buah-buahan kini mulai menjadi tren di tengah-tengah masyarakat. Berbagai jenis buah-buahan kerap dijadikan olahan cemilan untuk bisa dinikmati dengan harga yang cukup terjangkau.

Seperti halnya yang dilakukan Turiani (Ani) dalam usahanya membuat keripik pisang.

Diceritakan Ani, ia memulai usaha keripik pisang sejak 1,5 tahun lalu. Pada saat itu di daerahnya belum ada yang membuat usaha keripik pisang. Padahal menurutnya di daerah tempat tinggalnya sudah pernah diadakan pelatihan membuat aneka jenis keripik termasuk keripik pisang, hanya saja belum ada yang tertarik untuk memproduksi.

“Dulu di sini sempat ada pelatihan pembuatan berbagai jenis keripik termasuk keripik pisang. Tapi sayangnya tidak ada yang mengembangkan,” kisahnya kepada Cendana News.

Kemudian dari situlah Ani mulai tertarik untuk mencoba mengembangkan khususnya keripik pisang dengan mengajak sekaligus memberdayakan ibu-ibu PKK.

“Dalam usaha ini, saya tidak hanya berorientasi pada bisnis. Tapi saya lebih mengutamakan pemberdayaan ibu-ibu di daerah saya agar bisa ikut termotivasi untuk berwirausaha,” ujarnya.

Untuk itu, Ani melakukan produksi keripik pisang setiap dua atau tiga hari sekali. Dalam satu kali produksi ia bisa menghasilkan 25-35 kg keripik pisang dengan dibantu beberapa orang ibu untuk mengupas maupun menggoreng keripik pisang.

Lebih lanjut Ani menjelaskan, untuk bisa menghasilkan produk keripik pisang dengan rasa yang enak dan renyah diperlukan beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk membuat.

Proses yang pertama yaitu pisang dikupas kemudian dicuci sampai benar-benar bersih. Setelah itu pisang yang sudah dicuci bersih kemudian dipotong tipis. Selanjutnya potongan tipis pisang digoreng secara manual di atas minyak yang sudah panas.

Setelah keripik pisang sudah masak kemudian dimasukkan ke dalam mesin spiner yang berfungsi agar minyak keluar. Selesai di-spiner, kemudian keripik pisang dicelupkan ke gula yang diberi air dan selanjutnya digoreng lagi di atas minyak yang sudah panas.

“Setelah itu keripik pisang siap dikemas dan ditimbang sesuai dengan kebutuhan,” terangnya.

Menurut Ani, harga jual produk keripik pisangnya terbilang cukup terjangkau sehingga banyak yang meminati. Mulai dari kisaran harga Rp2.500 untuk berat 70 gram hingga Rp20 ribu dengan berat setengah kilogram.

“Meskipun harganya lebih murah, tapi saya jamin kualitas dan rasanya tidak murahan. Bahkan rasanya boleh diadu dengan keripik pisang di pasaran,” ujarnya.

Menurut Ani, ia berani menjamin kualitas keripik pisangnya karena ia menggunakan pisang rojo molo sehingga warna kuning pisangnya lebih cerah. Tidak pucat dan rasanya lebih renyah.

“Saya sudah pernah coba memakai pisang lainnya seperti pisang rojo nongko yang memang harganya lebih murah tetapi hasilnya tidak terlalu bagus. Warnanya juga pucat dan rasanya juga ada rasa kecut,” ucapnya.

Berbeda dengan pisang rojo molo yang warnanya lebih cerah bahkan setelah digoreng. Tanpa diberi gula rasanya sudah enak, ada rasa originalnya.

Disebutkan, selain rasa manis, Ani juga menyediakan keripik pisang rasa original, asin gurih, manis, coklat, melon, taro dan green tea.

Lebih lanjut Ani mengaku bahwa produk keripiknya tersebut tanpa menggunakan bahan pengawet maupun pemanis buatan sehingga sangat aman untuk dikonsumsi.

“Jadi untuk keripik pisang yang rasa manis itu berasal dari gula asli, bukan dari pemanis buatan,” akunya.

Lihat juga...