Titiek Soeharto: Kerja Sama Internasional untuk Perkuat Kemajuan Bangsa
PARIS – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Siti Hediati Haryadi, populer disebut Titiek Soeharto, menghadiri pertemuan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Global Parliamentary Network yang diselenggarakan di Paris, Perancis, pada 7-9 Februari 2018.
Pertemuan Global Parliamentary Netwoks ini diselenggarakan oleh OECD dalam kemitraan yang dihadiri lebih dari 100 orang anggota parlemen dari 35 negara.
OECD Global Parliamentary Network merupakan kelompok kerja anggota parlemen dan perwakilan parlemen dari negara-negara yang tergabung dalam OECD. Indonesia akan segera bergabung dengan OECD pada September 2018.

Sebagaimana rilis yang dikeluarkan oleh OECD, tujuan dari pertemuan ini adalah untuk mempererat hubungan antar legislator negara yang tergabung dalam OECD, dalam rangka mendukung perbaikan kebijakan di negaranya masing-masing. Selain itu, juga untuk saling berbagi pengalaman dalam praktek pelaksanaan kebijakan dan kempimpinan.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas perkembangan kerja sama multilateral sebagaimana dikemukakan Sekretaris Jenderal OECD, Angel Guria. Isu-isu lain yang diangkat antara lain peran pendidikan kebijakan dalam membangun kepercayaan masyarakat, update kemajuan G20 menuju ekonomi dunia inklusif, iklim investasi dan pertumbuhan investasi dunia, peranan badan-badan energi internasional, peranan perdagangan dalam pertumbuhan ekonomi inklusif, dan upaya membangun partisipasi publik.
Pertemuan hari kedua dikhususkan untuk membahas kebijakan perpajakan dan ekonomi digital, termasuk masalah perpajakan dan pertukaran informasi perpajakan global melalui Base Erosion and Profit Shifting (BEPS) dan Automatics Exchange of Information (AEOI).

Titiek Soeharto sebagaimana keterangannya melalui saluran telepon, menekankan perlunya Indonesia aktif dalam forum internasional untuk mendorong kemajuan dalam negeri.
“Indonesia harus aktif dalam forum-forum internasional, agar dapat memahami perkembangan internasional, mempererat kerja sama, dan mengadopsinya demi kemajuan bangsa. Kita tidak boleh kalah dalam perpacuan pembangunan dengan negara-negara lain. Penguatan kerja sama dengan masyarakat internasional, harus kita orientasikan untuk masa depan bangsa kita”, ungkapnya.