AS Siap Berunding, Serahkan Pilihan Waktu ke Korut

Ilustrasi kawasan semenanjung Korea. [googlemap]

KAIRO – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson mengatakan, memberikan keputusan sepenuhnya kepada Korea Utara untuk memutuskan kapan mereka siap melakukan pembicaraan yang tulus dengan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela kunjungan ke Kairo, Senin (12/2/2018)

Pernyataan tersebut menindaklanjuti pernyataan Wakil Presiden AS Mike Pence  yang menyebut, telah menyetujui persyaratan untuk keterlibatan diplomatik lebih lanjut dengan Korea Utara. Perundingan digelar lebih ke arah pembicaraan langsung tanpa prasyarat.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan bahwa Amerika dan sekutu-sekutunya berusaha untuk secara damai menghentikan program nuklir Korea Utara. Hal tersebut diklaim untuk meringankan penderitaan rakyat Korea Utara, meski ditegaskan bahwa semua opsi tetap tersedia.

Dalam sebuah pidato kepada pasukan AS di Pangkalan Udara Yokota di Jepang Pence mengatakan, bahwa Amerika mendukung sekutunya Korea Selatan. Dia berbicara sebelum menuju Pyeongchang untuk menghadiri Olimpiade Musim Dingin, yang dibuka secara resmi pada Jumat (9/2/2018).

Pence, yang tiba di Jepang pada Selasa (6/2/2018) untuk bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, akan menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin, seperti juga dua pejabat Korea Utara yang paling senior. Dia mengatakan bahwa Washington akan segera memberlakukan sanksi terberatnya terhadap Pyongyang.

Sementara itu Utusan khusus Amerika Serikat mengatakan, bahwa semua pilihan disiapkan untuk menyelesaikan kebuntuan masalah nuklir dengan Korea Utara. Namun diperkirakan opsi militer segera diambil.

Joseph Yun, yang berbicara dengan wartawan di Tokyo mengatakan, Amerika Serikat mengupayakan resolusi perdamaian mengenai kemelut nuklir melalui jalur diplomasi menjadi pilihan utama. “Kebijakan kami sangat penting untuk penyelesaian secara damai mengenai sengketa nuklir Korea Utara. Kami berulang kali mengatakan bahwa yang ingin kami lihat adalah pembicaraan,” kata Yun.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menolak untuk menghentikan pengembangan rudal nuklir yang mampu menjangkau AS meskipun sanksi dari PBB akan semakin parah. Hal itu menimbulkan kekhawatiran akan adanya perang baru di semenanjung Korea. Terlebih Korea Utara telah menembakkan rudal uji coba ke Jepang.

Yun berbicara sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa upaya Pyongyang mengembangkan rudal nuklir dapat mengancam tanah air Amerika dan bersumpah untuk mencegahnya. Trump tidak menawarkan upaya baru yang spesifik tentang bagaimana ia berniat untuk mengendalikan Korea Utara. (Ant)

Lihat juga...