Sandi Minta Semua Sigap Atasi Banjir di Jakarta
Editor: Koko Triarko
JAKARTA —- Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, mengatakan, saat ini sudah ada beberapa wilayah yang banjirnya telah surut. Namun, ada juga di beberapa daerah banjirnya semakin meningkat.
“Penanganan banjir kemarin dipantau ada beberapa wilayah yang sudah surut, masyarakat sudah bisa kembali. Tapi, di pertengahan malam (dini hari tadi) di beberapa daerah juga malah (banjirnya) meningkat,” kata Sandi, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2018).
Ia mengaku telah melakukan pergerakan untuk membantu dan mengatasi banjir yang menimpa Ibu Kota Jakarta. Selain itu, dirinya dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membagi tugas untuk turun langsung ke lapangan.
“Kami sudah perintahkan wilayah dan seluruh kelengkapan, melakukan gerak cepat untuk melayani dan membagi tugas dengan Pak Gubernur (Anies Baswedan) untuk turun di lapangan, saya membantu mengkoordinasi dari sini (Balai Kota),” ujarnya
Lebih lanjut, saat meninjau ke lokasi banjir, dia juga mengaku sudah terhubung dengan Kepala Dinas Sumber Daya Alam, Teguh Hendrawan, untuk selalu sigap dalam mengantisipasi kiriman air dari Bogor, Jawa Barat.
“Kita ingin SDA itu sigap juga, apa yang diinginkan oleh warga dan mampu mengantisipasi air dari Bogor, Jawa Barat,” ujarnya.
Pasalnya, kata Sandi, saat dirinya menerima laporan dari pemberitaan media mengenai bantuan untuk korban banjir yang mengungsi di SMPN 26 Kampung Melayu, mengenai minimnya bantuan, dirinya langsung bergerak cepat untuk mengirimkan bantuan berupa tikar dan selimut.
Dia juga meminta kepada masyarakat dan petugas pemerintahan untuk selalu sigap dan waspada terhadap air yang datang begitu cepat.
“Kami langsung gerak cepat tikar dan selimut sudah diantar oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Tadi malam sebelum jam sebelas, jadi partisipasi daripada masyarakat dan kewaspadaan dan kesigapan kita ini sekarang diuji dengan periodesisasi air yang datang cepat sekali naiknya. Jadi, kita harus lebih cepat untuk bergerak,” ungkapnya.
Sebelumnya, warga yang rumahnya masih terendam banjir di Kampung Melayu, masih mengungsi di bangunan sekolah SMPN 26, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Warga mengeluhkan listrik, ketersediaan air dan alas tidur hingga selimut di lokasi pengusian yang sangat minim.