Sambut Olimpiade Olahraga, Siswa SDN 1 Pasuruan Genjot Latihan
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Gelaran kompetisi antarsekolah tingkat sekolah dasar dalam bidang olahraga setiap awal tahun pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) mulai dipersiapkan oleh SDN 1 Pasuruan dengan menggelar latihan rutin beberapa cabang olahraga.
Mely (11) salah satu siswa kelas 6 yang rutin melakukan latihan cabang olahraga bulutangkis menyebut, sudah mulai rutin melakukan latihan bersama kawan-kawannya untuk mengasah kemampuan dalam teknik permainan bulutangkis.
Mely bahkan menyebut, bersama Cavinis, Ayu dan Dian yang merupakan siswa terpilih untuk mewakili sekolah dalam cabang olahraga bulutangkis, dipersiapkan untuk menghadapi 02SN pada bulan Maret mendatang. Dilatih oleh satu pelatih Mely mengungkapkan, menggunakan gedung serba guna (GSG) Raden Intan II Kecamatan Penengahan setiap malam mulai pukul 19:00 hingga pukul 21:00 bersama rekan-rekannya.

Ia dan kawan kawannya menyebut, cukup dimudahkan dengan keberadaan fasilitas GSG yang bisa dipergunakan untuk berlatih dan mudah ditempuh dari rumah. Selain dipergunakan sebagai tempat berlatih cabang olahraga bulu tangkis, gedung serba guna tersebut setiap siang hingga sore juga dipergunakan untuk berlatih olahraga karate. Salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada gelaran 02SN mendatang.
Proses latihan cabang olahraga bulu tangkis sengaja dilakukan mempergunakan waktu luang, karena menurut Mely selain mempersiapkan untuk gelaran O2SN, dirinya tetap harus membagi waktu untuk belajar. Selain itu juga berlatih bersama teman satu tim dari sekolah pada akhir pekan. Hal itu untuk meningkatkan kemampuan beberapa siswa.
Persiapan untuk gelaran O2SN menurut Sukri (55) saat ditemui Cendana News, Jumat (2/2/2018), sudah dilakukan sejak awal tahun khususnya untuk beberapa cabang olahraga dengan fasilitas pendukung memadai untuk latihan. Sukri selaku guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan SDN 1 Pasuruan menyebut, beberapa cabang olahraga akan dipertandingkan dalam O2SN tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

“Latihan rutin sudah kita persiapkan terutama cabang olahraga yang fasilitasnya mudah ditemui di antaranya bulu tangkis, pencak silat, catur, voli putri, karate namun untuk renang kendalanya pada fasilitas yang jauh di Kalianda,” terang Sukri.
Fasilitas kolam renang yang tidak ada di wilayah Kecamatan Penengahan, diakui oleh Sukri, membuat siswa yang akan mewakili sekolah bahkan berlatih di sungai Way Asahan dengan pendampingan dari guru. Direncanakan juga akan melakukan latihan di salah satu kolam renang yang ada di Kalianda. Ia berharap dengan kekurangan fasilitas kolam renang untuk cabang olahraga renang tersebut, bisa diganti dengan olahraga lain meski sudah sesuai dengan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang diatur oleh pusat.

“Setiap hari Jumat kegiatan olahraga saya anjurkan anak-anak membawa peralatan olahraga bulu tangkis, catur dan juga sepakbola agar anak-anak menyukai olahraga,” terang Sukri.
Sukri menyebut dengan mengawali pelajaran melalui senam kesegaran jasmani ia berharap, anak-anak melaksanakan anjuran dari Puskesmas untuk penerapan pola gerakan masyarakat sehat (germas) dengan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Selain itu beberapa cabang olahraga yang ditekuni siswa bisa menjadi sarana untuk mendulang prestasi dalam bidang olahraga dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan melalui O2SN.
