Polres Sikka Musnahkan Puluhan Knalpot Racing

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Bertempat di halaman Mapolres Sikka, Kapolres Sikka bersama pemuka agama setempat melakukan pemusanahan knalpot racing yang disita dari para pengendara sepeda motor saat dilakukan operasi penertiban.

“Pemusnahan knalpot racing ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan sejumlah tokoh agama di kabupaten Sikka, yang sebelumnya tokoh lintas agama mengeluhkan bunyi knalpot racing yang menggangu ibadah setiap hari Minggu bagi umat Kristen dan Sholat Jumat bagi umat Islam,” sebut Kapolres Sikka, AKBP Rickson P.M. Situmorang, Selasa (20/2/2018).

Dikatakan Rickson, tokoh lintas agama mengeluh dengan pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat yang menggunakan knalpot racing. Saat sedang ada ibadah di gereja maupun masjid,  bunyi raungan knalpot racing menimbulkan kebisingan dan sangat mengganggu jalannya ibadah.

“Hari ini kita musnahkan knalpot racing tersebut dan untuk menjamin umat beragama menjalankan ibadah, kita melakukan patroli keliling kota Maumere dan berhasil menemukan pengendara yang menggunakan knalpot racing sehingga kita tertibkan,” ungkapnya.

Tindakan tegas ini, lanjut Rickson, dilakukan dengan menahan kendaraan pengendara yang menggunakan knalpot racing, lalu knalpotnya dicopot. Kendaran bermotor tersebut pun ditilang dan polisi meminta pemiliknya untuk menggganti dengan knalpot standar sesuai yang diproduksi pabrik.

Sementara itu, Pastor Yohanes Satu mengapresiasi jajaran Polres Sikka yang telah memusnahkan knalpot racing. Baginya, knalpot racing mengganggu sekali ketertiban dan kekhusyukkan umat beragama yang sedang menjalankan ibadah.

Kasat Lantas Polres Sikka, Iptu Leyfrids Didrak Mada, menjelaskan, jumlah knalpot racing dari sepeda motor yang disita tersebut sebanyak 45 buah yang merupakan hasil operasi yang dilakukan sejak bulan Januari 2018.

Pemusnahan knalpot racing ini langsung dipimpin oleh Kapolres Sikka, didampingi Kasat Lantas Polres Sikka, Kabag Humas Polres Sikka-Iptu Margono dan Kasat Binmas Polres Sikka-Ipda Siprinus Seda.

Sementara pemimpin agama yang hadir, yakni Pendeta Paulina Koi Adu mewakili agama Kristen, Stefanus Lengkong mewakili agama Budha, Pastor Yohanes Satu mewakili umat Katolik dan Ustad Iksan Wahab perwakilan dari agama Islam.

Lihat juga...