Tim Karate Binaan Kodim Yogya Rebut 5 Medali Kejurda
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Prestasi menjanjikan ditunjukkan atlet perguruan karate Kandaga Prana pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Forki DIY 2018 yang digelar di SMKN 2 Pengasih, Kulonprogo. Dari 12 atlet yang diturunkan, perguruan Kandaga Prana membawa pulang lima medali.
“Pada Kejurda Forki 2018 di Pengasih, kami menurunkan 12 atlet pemula,” ucap Wakil Ketua Perguruan Karate Kandaga Prana DIY, Senpei Sriyono, Selasa (20/2/2018).
Sriyono yang juga anggota Kodim 0734/Yogyakarta mengungkapkan, medali perguruan Kandaga Prana disumbangkan Ahmad Zainun yang turun di nomor kumite 75 kg yang mendapatkan emas. Lalu, satu perak direbut Bima (kata yunior putra), dan tiga perunggu masing-masing Andika (kata yunior putra), Devi (kumite pemula 35 kg putri) dan Rio Kurniawan (kumite U 21 – 60 kg).
“Pada Kejurda kali ini, Kandaga Prana sengaja menurunkan atlet pemula sekedar untuk menambah jam terbang, walaupun belum maksimal, namun hasil yang dicapai sudah melebihi dari target,” jelasnya.
Ketua sabuk hitam, Adi Putra, menambahkan, sebagai perguruan baru di DIY Kandaga Prana akan lebih fokus pada pembinaan atlet, sehingga target-target jangka pendek maupun jangka panjang untuk menghadapi kejuaraan baik daerah maupun nasional dapat tercapai dengan hasil maksimal.
Kejurda Forki 2018 yang digelar akhir pekan lalu, dimanfaatkan Pengurus Provinsi (Pengprov) Forki DIY untuk seleksi atlet menyambut Piala Mendagri 2018 di Palu, Sulawesi Tengah, 23-25 Maret.
“Kejurda kami manfaatkan untuk seleksi atlet ke Piala Mendagri, terutama untuk kelas kadet dan junior, ditambah dengan kelas under 21,” terang Sekretaris Umum Forki DIY, Paryono.
Meski begitu, kata Paryono, nantinya atlet yang menjadi juara satu belum tentu akan langsung mewakili DIY ke Palu. Sebab, masih ada seleksi lagi terutama dalam hal bobot dan prestasi yang pernah diraih, juga melihat ketersediaan anggaran.
Ia menambahkan, Pengprov Forki DIY juga tengah mempersiapkan atlet-atlet senior untuk ajang Piala Panglima dan Piala KASAD. “Kami berharap dari Kejurda 2018 lahir potensi bibit-bibit muda proses regenerasi cabor karate di masa mendatang,” tambahnya.