PADANG – Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Candra mengatakan, dari luas sawah yang ada di Sumbar sekira 230 ribu hektare, hanya sebagian kecil yang memiliki irigasi memadai.
Ia menyebutkan, dari catatan yang ada di dinasnya baru 45 persen sawah yang tersentuh irigasi. Sementara itu lebih dari kurang 30 persen irigasi lainnya masih mengandalkan curah hujan atau sawah tadah hujan.
Menurutnya, seharusnya 75 persen sawah yang ada di Sumbar ini sudah memiliki irigasi yang memadai. Karena, sebagian besar sawah yang ada sangat membutuhkan adanya irigasi.
“Dari catatan kita ada beberapa daerah yang petaninya berinisiatif memanfaatkan sungai, sehingga airnya bisa mengaliri hingga lahan sawah petani,” katanya, Senin (12/2/2018).

Sementara untuk sawah tadah hujan, kebanyakan berada di daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Agam, hingga Pasaman Barat.
Ia mengaku, jika irigasi buruk maka akan berdampak kepada hasil produksi padi, sehingga berpotensi mengganggu terget swasembada pangan tahun 2018 di Sumbar. Padahal di tahun ini Sumbar menargetkan 2,8 juta ton hasil panen padi.
“Jadi untuk mencapai terget tersebut kita mencoba memaksimalkan potensi yang ada, seperti saat memasuki musim panas pihaknya telah menyiapkan pompa air untuk mengaliri air ke lahan kering. Kemudian, jika kekeringan masih tetap berlanjut disiapkan sumur-sumur untuk penyedia air,” sebutnya.
Selain itu, meski terdapat masalah irigasi yang kurang maksimal, namun pihaknya optimis target tersebut bisa tercapai dengan memaksimalkan luas lahan dan peningkatan hasil panen.
Petani lain di Kabupaten Pesisir Selatan, Gamuak mengatakan, petani yang ada di daerah tersebut apabila menghadapi musim kering, maka persoalan air seakan menjadi ancaman. Upaya untuk mencari air ke sungai, sangat tidak memungkinkan, karena sungai cukup jauh berbeda di daerah tersebut.
“Irigasi di sini kalau dilihat dari infrastrukturnya, bagus. Tapi air tidak mengalir. Entah dimanalah sebab airnya tidak mengalir,” ucapnya.
Namun khusus untuk tiga hari terakhir ini, Gamuak mengaku, hujan telah mulai turun. Hanya saja belum dalam waktu yang lama atau belum dengan intensitas yang lebat. Hujan yang turun itu belum bisa menggenangi sawah.