Pengusaha Diajak Kembangkan Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan
JAKARTA – Pengusaha perikanan dalam negeri diharapkan untuk tidak sampai malas mengembangkan investasi sektor kelautan dan perikanan. Diharapkan ada pengusaha perikaran yang dapat membuat pabrik dan produk yang memiliki nilai tambah produk perikanan untuk diekspor.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak kalangan pengusaha nasional mencontoh Jepang. Negeri Sakura mau memberikan hibah senilai 6 miliar dolar untuk membangun sentra kelautan yang terintegrasi di beberapa pulau-pulau terluar Indonesia.
Menteri Susi juga menyebut, masih ada saja permohonan untuk meluluskan kapal eks-asing berukuran sekitar 3.000 gross ton (GT) untuk menangkap ikan di Indonesia. “Kapal ikan asing itu bukan investasi, kalau investasi itu bikin pabrik di sini,” tegasnya, Senin (12/2/2018).
Menurut Dia, jika pihaknya mengizinkan kapal-kapal itu masuk, maka hal itu sangat berbahaya. Keberadaan kapal asing tersebut bisa saja mendatangkan kapal lain yang lebih besar untuk masuk.
Sebelumnya, nilai investasi untuk sektor kelautan dan perikanan pada 2017 telah mencapai lebih dari Rp4 triliun. Ditargetkan, nilai investasi tersebut pada 2018 bisa mencapai hingga Rp6,3 triliun. “Sampai dengan triwulan III 2017, nilai investasi kelautan dan perikanan mencapai Rp4,03 triliun,” kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Nilanto Perbowo.
Nilanto Perbowo memaparkan, nilai investasi di bidang usaha produksi tangkap dan budidaya mengalami kenaikan 96,81 persen atau Rp1,23 triliun dibanding triwulan III 2016. Begitu pula dengan nilai investasi bidang usaha industri pengolahan dilaporkan mengalami kenaikan 0,4 persen atau Rp2,29 triliun dibanding triwulan III-2016.
Sementara pada triwulan III-2017, negara utama asal Penanaman Modal Asing ke Indonesia adalah Singapura, Filipina, Belgia, China dan Jepang. Dari negara-negara asal PMA yang berinvestasi tersebut, 73 persen berusaha di bidang usaha pengolahan, 19 persen di bidang usaha produksi, dan 7,25 persen di bidang usaha perdagangan.
Sebagaimana diwartakan sebelumnya, KKP diharapkan bisa meningkatkan investasi sektor kelautan dan perikanan, pengurangan kemiskinan nelayan dan masyarakat pesisir serta mengimplementasikan industrialisasi perikanan berkualitas pada 2018.
“Memasuki 2018, KKP mesti fokus menjaga program kelautan dan perikanan agar mencapai target RPJMN (Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional),” kata Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Moh Abdi Suhufan.
Moh Abdi Suhufan mengingatkan tema pembangunan tahun 2018 yang dicanangkan pemerintah adalah “Memacu Investasi dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan Pemerataan”. Ia mengingatkan penurunan alokasi anggaran KKP sebesar 20,26 persen dalam APBN menjadi 2018 menjadi Rp7,28 triliun pada 2018 dari sebelumnya Rp9,13 triliun pada 2017. (Ant)