Pembangunan Tanggul di Maumere Resahkan Masyarakat Pesisir
Editor: Irvan Syafari
MAUMERE –— Pembangunan tanggul di sepanjang pantai di kota Maumere justru menyebabkan air laut yang dibendung akan meluap ke pesisir pantai di wilayah timur Kota Maumere. Sebab kawasan itu tidak dibangun tanggul, di mana abrasi setiap tahun semakin meningkat.
“Pembangunan tanggul di kota Maumere menyebabkan kami yang berdiam di pesisir pantai di wilayah timur abrasinya semakin parah setiap tahunnya. Kami minta agar wilayah timur Kota Maumere juga dibangun tanggul,” sebut Densiana Kuki, Kamis (8/2/2018).
Dikatakan Densiana, warga Dusun Waipare A dan Waipare B, Desa Watumilok yang berdiam di pesisir pantai setiap tahun saat musim gelombang tinggi rumahnya terancam rubuh tergerus abrasi sebab air laut semakin jauh menerjang ke darat.
“Sekarang ini di bagian timur juga sudah banyak yang membangun tanggul sehingga kami yang berada di tengah mendapat getahnya. Kalau tidak ada tanggul maka abrasi semakin parah dan perkampungan di pesisir pantai akan tenggelam,” sebutnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sikka Petrus tommy Lameng mengatakan, untuk wilayah timur Maumere, memang sudah diajukan pembangunan turap ke pemerintah pusat. Sayangnya yang disetujui pemerintah untuk dibangun baru pemecah gelombang saja.
Petugas dari Dinas PU Sikka terang Tommy, sudah melakukan pengukuran panjang lahan yang akan dibangun pemecah gelombang tersebut. Tahun 2018 sudah bisa dibangun dengan menggunakan dana dari APBN.
“Pemerintah pusat setuju pembangunan pemecah gelombang saja sebab dengan begitu masyarakat juga masih bisa menikmati keindahan pantai. Para nelayan pun tidak kesulitan melabuhkan perahunya di pantai atau jembatan tambatan perahu,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala BPBD Sikka Muhammad Daeng Bakir bahwa saat abrasi petugas Dinas PU Sikka telah mulai menimbun bebatuan di pesisir Pantai Waipare. Penimbunan itu untuk sementara sebagai pernahan laju ombak saat musim badai angin kencang.
Daeng Bakir berharap dengan adanya pembangunan pemecah gelombang, abrasi yang selama ini melanda pesisir pantai di sebelah timur Maumere, yang berjarak hingga sekitar 8 kilometer sudah tidak terjadi lagi, seperti selama ini saat musim angin kencang dan gelombang tinggi.
“Harus ada pembangunan pemecah gelombang atau tanggul, sebab jika tidak dilakukan maka beberapa tahun ke depan perkampungan di pesisir pantai seperti di desa Watumilok akan berkurang jauh daratannya,” pungkasnya.