Pegiat Literasi Ajak Anak-anak Jaga Kebersihan Pantai Blebug
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Kunjungan wisata ke pantai Blebug Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni terus meningkat pasca perbaikan infrastruktur jalan. Selain itu fasilitas saung, perahu kano juga disediakan untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung.
Ramainya kunjungan wisatawan juga dimanfaatkan pegiat literasi motor perahu pustaka untuk menebar buku. Tidak hanya itu, salah satu pegiat, Ardiyanto (43) juga mengajak anak anak membersihkan sampah di area wisata pantai tersebut.
“Saya mempergunakan waktu untuk menebar buku gratis kepada anak anak yang berkunjung ke pantai Blebug sekaligus mengajarkan untuk mencintai dan menjaga destinasi wisata,” ungkap Ardiyanto saat ditemui Cendana News di pantai Blebug, Minggu (11/2/2018).
Selain ke pantai Blebug, sejumlah tempat wisata lain juga jadi tujuannya menebarkan buku gratis yang dibawa mempergunakan kendaraan perpustakaan keliling.
Santini, salah satu orangtua yang mengajak serta anak berlibur mengaku senang bisa mengajak serta anak berlibur ke pantai blebug. Selain lokasinya nyaman dan kondisi cuaca yang teduh bisa dimanfaatkan untuk bermain bagi anak anak. Kehadiran perpustakaan keliling dengan membawa buku tersebut cukup menyenangkan bagi anak anak sembari wisata bisa membaca buku.
“Sambil berlibur anak anak juga bisa membaca buku terutama saat istirahat seusai berenang,” ungkap Santini.
Selain bisa menikmati suasana pantai sembari membaca buku dan bisa mengajak anak anak membersihkan pantai fasilitas tenda dome dan ayunan kain atau hammock juga disediakan di lokasi tersebut. Dengan sewa sebesar Rp25.000 yang bisa dipergunakan untuk beristirahat dan membaca buku sembari menikmati suasana pantai pada hari libur.
Sementara itu, Hendrik (27), salah satu pengelola anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ragom Helau menyebutkan, saat ini infrastruktur jalan sudah diperbaiki dengan sistem rigid beton. Saung sebanyak empat buah yang dibangun sekaligus bisa menjadi lokasi untuk berteduh dan membaca buku.
“Fasilitas saung tersebut memang baru satu bulan ini disiapkan di sini tapi bisa dipergunakan oleh pengunjung untuk berteduh,” terang Hendrik.
Selain itu, perahu kano yang semula berjumlah dua unit ditambah menjadi enam unit. Fasilitas tersebut menjadi daya tarik untuk mengunjungi objek wisata pantai dengan penyewaan perahu kano sebesar Rp25.000 perjam untuk berkeliling ke Pulau Mengkudu dan Pulau Sekepol.

“Kita sedang kembangkan pelatihan untuk pembuatan souvenir yang bisa dijual sebagai unit usaha kelompok sadar wisata,” ungkap Hendrik.