PASI Keluhkan Panjang Lintasan Lompat Galah di SUGBK
JAKARTA – Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) menilai lintasan lompat galah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, masih terlalu pendek. Penilaian tersebut muncul mempertimbangkan sarana akan dipakai dalam penyelenggaraan Asian Games 2018.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar PASI Mustara, lintasan yang tersedia terukur cukup mepet bagi atlet dari Indonesia. “Lintasan lompat galah bagi atlet kami sudah mepet, apalagi untuk atlet-atlet lain di Asia,” ungkapnya di sela-sela perlombaan atletik Kejuaraan Uji Coba Asian Games di Jakarta, Selasa (13/2/2018).
Mustara mengkhawatirkan, akan muncul keluhan dari para atlet dan pelatih negara-negara Asia terkait lintasan ancang-ancang lompat galah yang terlalu pendek di Stadion Utama GBK.
Pelatih pemusatan pelatihan nasional lompat galah PB PASI Sainih mengatakan, atlet-atlet Indonesia yang mengikuti kejuaraan uji coba itu menggunakan awalan 14 langkah sebelum melompat. Sementara dari catatannya, untuk atlet-atlet dari Asia, karena postur yang biasanya tinggi mempergunakan awal langkah yang lebih banyak.
“Nanti akan ada atlet lain dari Asia yang punya postur lebih tinggi. Mereka seringkali menggunakan awalan 20 langkah hingga 22 langkah,” ujar Sainih.
Dalam Kejuaraan Uji Coba Atletik Asian Games 2018, nomor lompat galah putra hanya diikuti tiga atlet Indonesia tanpa ada satu pun atlet negara lain yang turut serta. Sainih mengatakan atlet-atlet lompat galah Asia menggunakan awalan 20 hingga 22 langkah untuk melompat 5,4 hingga 5,5 meter.
Lintasan lompat galah itu menjadi salah satu temuan arena perlombaan cabang atletik dalam kejuaraan uji coba menyusul bak pasir nomor lompat jauh yang terlalu dekat dengan pagar lintasan lari yang menjadi temuan dari delegasi Asosiasi Atletik Asia (AAA).
Sementara itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) akan mengubah posisi bak pasir nomor lompat jauh cabang atletik Asian Games di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Hal tersebut mengikuti rekomendari berdasarkan temuan dari delegasi AAA tersebut.
“Kami sudah bertemu dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) dan delegasi teknis. Ada dua pilihan penyelesaian yaitu solusi permanen tapi harus konsultasi dengan tim sidang pemugaran atau solusi sementara. Tapi, kami lebih memilih solusi permanen,” kata Direktur Penataan Bangunan Kemenpupera Iwan Suprijanto.
Iwan mengatakan bak pasir nomor lompat jauh di Stadion Utama GBK akan tetap berjumlah tiga bak. “Setelah bak lompatan, akan ada area untuk manuver sepanjang dua meter dan panjang 10 meter. Jika ada atlet yang gagal melompat, masih ada ruangan untuk lari dan menatap pagar pembatas,” kata Iwan.
Meskipun telah siap untuk melakukan solusi permanen dengan mengubah posisi bak pasir menjauh dari pagar lintasan atletik, Iwan mengaku solusi itu harus mendapatkan persetujuan dari tim sidang pemugaran karena Stadion Utama GBK adalah bangunan bersejarah yang dilindungi undang-undang.
“Kami juga akan menyesuaikan dengan desain dari delegasi teknis Asosiasi Atletik Asia. Jika desain itu ditolak, kami akan menggunakan solusi sementara. Kami akan tetap meyakinkan untuk Asian Games, itu akan siap,” ujar Iwan sembari memastikan memastikan pekerjaan dari sisi solusi permanen itu akan selesai pada Juni.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar PASI Tigor M. Tanjung mengatakan solusi atas bak pasir yang terlalu dekat dengan pembatas lintasan atletik, sesuai kesepakatan dengan Pengelola GBK dan Kemenpupera adalah pembuatan struktur sementara. “Mereka akan buat struktur sementara dan pagar akan dimundurkan dari bak pasir. Kami akan tetap dapat menggunakan empat bak pasir,” kata Tigor.
Tigor mengatakan solusi sementara itu akan ditempuh sembari mengajukan solusi permanen. “Jika solusi permanen dengan menggeser bak pasir, itu pekerjaan berat dan harus kembali mengajukan sertifikasi lintasan kepada Federasi Asosiasi Atletik Internasional (IAAF),” kata Tigor.
Sebelumnya, Delegasi teknis dari Asosiasi Atletik Asia (AAA) mengancam membatalkan perlombaan lompat jauh cabang atletik Asian Games 2018 jika Indonesia tidak mengubah posisi bak pasir sebagai landasan yang terlalu dekat dengan pagar pembatas lapangan. (Baca: https://www.cendananews.com/2018/02/delegasi-aaa-ancam-pembatalan-nomor-lompat-jauh.html). (Ant)