Panitia SNMPTN Minta Sekolah Jaga Kepercayaan

Ilustrasi - Dok: CDN

JAKARTA – Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ravik Karsidi, meminta sekolah untuk tidak salah menggunakan kepercayaan dalam mengisi data sekolah siswa dan sekolah di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

“Sangat penting adalah kepercayaan pada sekolah, karena kami mengolah data yang dimasukkan oleh pihak sekolah. Untuk itu, kami meminta untuk tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan,” ujar Ravik dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Dia menjelaskan, ada beberapa kasus, yang sebelumnya pernah terjadi mulai dari pengkatrolan nilai yang berakibat pada dibatalkannya kelulusan siswa tersebut. “Untuk itu, jangan sampai kepercayaan ini dicederai,” imbuh dia.

SNMPTN merupakan seleksi masuk perguruan tinggi yang berdasarkan seleksi nilai rapor atau prestasi akademik dari semester satu hingga lima. Rekam jejak prestasi akademik tersebut diisikan oleh kepala sekolah dan yang ditugaskan oleh kepala sekolah. “Data yang sudah diverifikasi dianggap benar dan tidak bisa diubah”, katanya.

Untuk pilihan perguruan tinggi, siswa dapat memilih dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang, yang mana satu kampus harus berada di provinsi yang sama dengan asal sekolah. Namun jika memilih satu kampus, maka PTN yang dipilih dpaat berada di provinsi mana pun.

Untuk pendaftar dapat memilih sebanyak-banyaknya tiga program studi dengan tiga program studi, dengan ketentua sebanyak-banyak boleh memilih dua program studi di satu kampus.

Proses pelaksanaan pengisian dan verifikasi PDSS telah dimulai pada 13 Januari 2018 hingga 10 Februari 2018. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (per 9 Februari) sekolah yang sudah mengisi PDSS sebanyak 18.005 sekolah, sementara pada tahun ini sebanyak 17.883 sekolah. Sedangkan yang belum mengisi sebanyak 6.374 sekolah pada 9 Februari 2017, dan pada tahun ini sebanyak 8.88 sekolah.

Sementara, sekolah yang sudah finalisasi sebanyak 14.740 sekolah untuk per 9 Februari 2017 dan pada tahun ini (per 9 Februari 2018), jumlah yang sudah finalisasi sebanyak 10.152 sekolah.

“Panitia Pusat memberikan penambahan waktu kepada sekolah yang telah mengisi data PDSS 2018, memberika penambahan waktu kepada waktu kepada sekolah yang telah mengisi data PDSS 2018 tetapi belum finalisasi diberikan kesempatan untuk finalisasi diberikan kesempatan untuk finalisasi termasuk para siswa yang belum melakukan verifikasi sampai Senin, 12 Februari 2018 pukul 23.59 WIB,” jelas Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret itu.

Ravik mengimbau, agar sekolah memanfaatkan waktu yang tersiswa untuk menyelesaikan pengisian dan verifikasi PDSS, serta memanfaatkan waktu untuk malam hari untuk pengisian data. (Ant)

Lihat juga...