Nyale Dipercaya Suburkan Tanaman Padi dan Menambah Kecantikan

Editor: Satmoko

MATARAM – Selain dipercaya sebagai jelmaan putri Mandalika Lombok, yang menceburkan diri ke laut selatan Pulau Lombok karena diperebutkan banyak pangeran dan tidak ingin terjadi pertumpahan darah, nyale (cacing laut) hanya bisa ditangkap dan didapatkan setiap tanggal 10 dan tanggal 20 penanggalan Islam.

Nyale bagi sebagian masyarakat suku Sasak Lombok, terutama kalangan tokoh tua juga dipercaya bisa menyuburkan tanaman padi dan menambah kecantikan bagi yang mengkonsumsi.

“Nyale menurut orang tua kita dulu, bisa digunakan sebagai obat penyubur tanaman padi, supaya buahnya subur dan lebat,” kata Darmawan, warga Kabupaten Lombok Tengah kepada Cendana News, Selasa (6/2/2018).

Nyale atau cacing laut. Foto: Turmuzi

Maka, tidak heran, bagi sebagian warga, nyale selain dimasak dan dijadikan lauk, sebagian lagi disisakan untuk ditabur di tengah sawah yang telah ditanami padi.

Demikian juga bagi warga terutama kaum perempuan yang mengkonsumsi nyale dengan banyak warna, dipercaya bisa menambah aura kecantikan dan membuat badan awet muda.

“Sebagai perwujudan putri yang terkenal cantik jelita di Lombok, wajar kemudian ada kepercayaan bagi yang mengkonsumsi bisa membuat awet muda dan menambah kecantikan bagi perempuan,” ujarnya.

Inaq Asiah, warga lain mengatakan, kepercayaan atas nyale juga bisa menyuburkan tanaman padi yang merupakan warisan nenek moyang secara turun – temurun sejak lama dan dilakukan sampai sekarang.

Dengan cara menaburkan nyale di setiap sudut pematang sawah yang telah ditanami padi, sambil berbisik supaya mudah- mudahan tanaman padi akan tumbuh subur dan berbuah lebat.

 

Lihat juga...