Netanyahu Sebut Israel Dapat Bertindak Melawan Imperium Iran
MUNICH – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut, Israel dapat bertindak melawan Iran sendiri. Tindakan tersebut dapat dilakukan untuk menyikapi sejumlah insiden di perbatasan di Suriah yang membawa musuh-musuh Timur Tengah saling mendekat ke arah konfrontasi langsung.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato pertama Netanyahu di Konferensi Keamanan Munich. Dalam pertemuan yang diadakan rutin tahunan tersebut hadir para pejabat keamanan dan pertahanan dan diplomat dari seantero Eropa dan Amerika Serikat.
Pernyataan Netanyahu tersebut merupakan bagian dari mengomentari keberadaan sebuah pesawat tanpa awak Iran yang terbang ke wilayah udara Israel bulan ini. “Israel tak akan membiarkan rezim itu memasang jerat teror di leher kami. Kami akan bertindak jika perlu tidak hanya terhadap proxi Iran tetapi terhadap Iran sendiri,” tegasnya, Minggu (18/2/2018).
Sementara itu Menteri Luar Negeri Iran Mohamad Javad Zarif menyebut, pernyataan Netanyahu sebagai sirkus karton. Sehingga tidak layak untuk mendapat tanggapan. “Apa yang telah terjadi dalam beberapa hari lalu ialah apa yang disebut perasaan tak terkalahkan (Israel) telah hancur,” tandas Zarif, yang berpidato di konferensi yang sama beberapa jam setelah Netanyahu.
Pernyataan Zarif tersebut merujuk kepada dijatuhkannya pesawat F-16 Israel di bagian utara Israel setelah melancarkan serangan atas pertahanan udara Suriah. “Ketika pihak Suriah punya nyali untuk menjatuhkan salah satu pesawatnya ini seolah-olah bencana telah terjadi,” kata Zarif.
Zarif menuduh Israel menggunakan agresi sebagai kebijakan terhadap para tetangganya dengan berkali-kali menerobos masuk ke wilayah Suriah dan Lebanon. Sementara Israel menuding Teheran berusaha meletakkan pijakan militernya secara tetap di Suriah.
Tudingan tersebut tidak terlepas dari keberadaan Presiden Bashar al-Assad yang memperoleh dukungan militer dari Teheran dalam perang saudara yang memasuki tahun kedelapan.
Sebelumnya, Netanyahu menyatakan bahwa sejak kelompok militan Islamic State (IS) tak lagi punya landasan, Iran dan para sekutunya mulai memasuki teritori. Iran disebut berusaha mendirikan imperium yang mengelilingi Timur Tengah dari wilayah selatan di Yaman.
Kata-kata keras yang dikeluarkan kedua pihak di forum internasional tersebut terjadi ketika Israel terus mengusahakan kerja sama dengan negara-negara Arab yang beraliran Sunni yang memiliki kecemasan mengenai Iran Syiah. Selama berbulan-bulan Netanyahu telah mengupayakan apa yang digambarkannya sebagai pendekatan yang tak pernah terjadi sebelumnya melalui kerja sama di belakang layar. (Ant)