Khawatir Keamanan, PSS Batal Jajal Persik
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
SLEMAN — Rencana PSS Sleman menggelar rangkaian uji coba pramusim dengan sistem home away tidak berjalan mulus. Sukses mendapat pelajaran berharga dari uji coba tandang kontra Persebaya Surabaya, skuad Super Elang Jawa harus pasrah batal melakoni laga tandang.
Sesuai agenda yang disiapkan manajemen, tim kebanggaan Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania dijadwalkan menantang Persik Kendal, Sabtu (24/2/2018) mendatang. Namun, uji coba tandang itu harus dibatalkan karena beberapa pertimbangan.
Dewanto, asisten Manajer PSS Sleman mengungkapkan, uji coba telah diagendakan sejak lama. Tapi, manajemen memutuskan membatalkan karena pertimbangan keamanan dan izin pertandingan.
Kekhawatiran manajemen PSS ternyata juga dirasakan panpel pertandingan Persik. “Pihak panpel ternyata punya pertimbangan yang sama. Selain panpel yang masih baru, ada kekhawatiran izin penyelenggaraan pertandingan tidak keluar,” kata Dewanto, Rabu (21/2/2018).
Gagalnya lawatan ke Kendal membuat manajemen PSS harus mempertimbangkan kembali rencana uji coba tandang di kesempatan lain. Mengingat, Ahmad Hisyam Tole dkk dijadwalkan melakoni enam laga pramusim, di kandang dan tandang.
Uji coba pertama digelar di Stadion Maguwoharjo, akhir pekan lalu. Sayang pada laga ini, super Elang Jawa dipaksa mengakui keunggulan tim tamu setelah takluk 1-4.
“Uji coba dengan sesama klub Liga 2 rencananya akan tetap digelar. Tapi waktunya masih belum pasti apakah tetap dengan Persik atau klub lainnya. Masih kami pertimbangkan,” sambung Sismantoro, Manajer PSS.
Sismantoro menjelaskan, batalnya uji coba tandang ke Kendal tidak mempengaruhi jadwal uji coba lainnya. Seperti uji coba kandang kontra Bhayangkara FC yang diagendakan digelar pada 28 Februari mendatang. Ia memastikan uji coba kontra Bhayangkara tetap digelar sesuai jadwal.
Kendati begitu, Sismantoro mengakui gagalnya pertandingan tandang kontra Persik bisa berdampak pada agenda persiapan kompetisi Liga 2 musim ini. Karena itu, Kepala Desa Candibinangun ini akan kembali mendiskusikan penyelenggaran pertandingan uji coba bersama tim pelatih.
“Kami akan diskusikan lagi dengan pelatih, apakah tetap enam kali atau bisa dikurangi, karena waktu semakin mepet,” pungkasnya.