Keberadaan Jembatan Tambatan Perahu Percepat Pembangunan di Pesisir Sikka

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Kehadiran jembatan tambatan perahu di kampung Wuring kelurahan Wolomarang mempercepat pembangunan di daerah pesisir maupun kepulauan sekaligus mengoptimalkan pendayagunaan ataupun pemanfaatan potensi kelauatan yang ada di wilayah ini.

“Pemerintah pusat melalui DAK Fisik Afirmasi Bidang Transportasi tahun anggaran 2017 mengalokasikan bantuan anggaran guna mengakselerasi pembangunan dan peningkatan serta penyediaan prasarana tambatan perahu untuk daerah perairan dan kepulauan,” sebut kepala dinas Perhubungan kabupaten Sikka Wilhemus Sirilus, SSos, MSi, Minggu (11/2/2018).

Di katakan Sirilus, dengan adanya pembangunan tambatan perahu, maka akan membantu percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah kepulauan dan pesisir yang masih tertinggal baik di bidang ekonomi maupun infrastruktur.

Beberapa desa lanjutnya, belum memiliki tambatan perahu yang memadai sebagal prasarana untuk menambat kapal penumpang dan barang sebagai pintu keluar masuk barang dan orang di wilayah desa tersebut.

“Desa-desa tersebut memiliki potensi pariwisata yang baik untuk dikembangkan dan juga mempunyal potensi laut yang sangat baik seperti hasil penangkapan ikan dan rumput laut. Wuring merupakan salah satu wilayah yang sangat membutuhkan prasarana infrastruktur,” ungkapnya.

Membangun infrastruktur tambatan perahu sebutnya, untuk mendukung keseimbangan pembangunan antar daerah dan mewujudkan masyarakat Sikka yang lebih sejahtera.

Prasarana tambatan perahu lanjutnya, digunakan juga untuk menurunkan atau menaikkan penumpang dan barang. Juga sebagai dukungan terhadap program nasional kemaritiman untuk menghubungkan wilayah-wilayah kepulauan di kabupaten Sikka.

Pesisir Sikka
Kepala dinas Perhubungan kabupaten Sikka Wilhelmus Sirilus,SSos,MSi. Foto : Ebed de Rosary

“Jembatan ini untuk menghubungkan wilayah keputauan dan pesisir dengan wilayah-wilayah sekitar maupun dengan Maumere, ibukota kabupaten Sikka sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Wuring kelurahan Wolomarang kecamatan Alok Barat Mahmud menegaskan, tambatan perahu di Wuring sangat dibutuhkan nelayan sebab Wuring merupakan kampung nelayan terbesar dimana hampir semua penduduknya nelayan.

Saat badai, angin kencang dan gelombang yang selama ini terjadi selalu membuat perahu nelayan tidak aman dan sering mengalami kerusakan.

“Kami bersyukur sebab pemerintah sudah menjawab keinginan masyarakat yang selalu disuarakan baik melalui anggota DPRD Sikka maupun langsung kepada pemerintah hingga akhirnya bisa terwujud,” tuturnya.

Lihat juga...