Jamban Sehat, Desa Titiwangi Pelopor Swasembada WC

Editor: Satmoko

LAMPUNG – Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terus dilakukan oleh masyarakat salah satunya mengentaskan warga dari kegiatan buang air besar sembarangan atau dikenal dengan open defecation free (ODF).

Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan, menjadi salah satu desa dari sebanyak 14 desa yang sudah terbebas dari kegiatan buang air besar sembarangan setelah akses masyarakat pada jamban sehat terpenuhi.

Sumari, Kepala Desa Titiwangi menyebut, langkah untuk membebaskan masyarakat dari kegiatan buang air besar sembarangan dilakukan melalui koordinasi sejumlah pihak. Salah satunya bekerjasama dengan pihak Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) Indonesia yang peduli pada kegiatan berbasis lingkungan dan mendampingi masyarakat melaksanakan STBM sehingga terbebas dari buang air sembarangan.

“Perjalanan untuk menjadi salah satu desa bebas buang air sembarangan tidak instan, melainkan membutuhkan waktu lama dan mengajak masyarakat serta berbagai pihak bekerjasama,” terang Sumari, selaku Kepala Desa Titiwangi Kecamatan Candipuro, saat dikonfirmasi Cendana News ,Jumat (9/2/2018).

Sumari menuturkan, informasi dan sosialisasi mengenai bahaya membuang air besar sembarangan dan membiasakan diri menerapkan pola hidup sehat bahkan melibatkan tentara STBM. Tentara STBM merupakan petugas yang terus menyuarakan untuk stop buang air besar termasuk dalam pelatihan pembuatan jamban sehat.

Hasil kerja keras tersebut membuat Kecamatan Candipuro bisa mendeklarasikan sebagai kecamatan bebas buang air besar sembarangan pada tahun 2017.

Joko Hadinirekso selaku salah satu pendamping di Sekolah Swasembada WC Indonesia Candipuro [Foto: Henk Widi]
Selain melalui tentara STBM bekerjasama dengan sekolah yang ada di Desa Titiwangi, Sumari mengaku, membuat program Gerakan Seribu untuk Jamban Sehat Sahabatku (Gasibu). Gerakan tersebut merupakan upaya mengajak para siswa sekolah SDN 1 Titiwangi menyisihkan uang Rp1000 lalu dikumpulkan untuk membantu teman satu sekolah yang belum memiliki jamban sehat di rumahnya.

“Dari donasi terkumpul berhasil digunakan untuk membuat jamban sehat, membantu siswa lain yang di rumahnya belum memiliki jamban sehat,” beber Sumari.

Kepedulian siswa sekolah melalui gerakan donasi setiap hari Jumat tersebut, diakuinya bahkan dipantau hingga proses pembuatan jamban sehat di rumah siswa yang mendapatkan bantuan. Hasilnya, para siswa telah ikut membantu sesama siswa lain terbebas dari buang air besar sembarangan melalui penyediaan jamban sehat. Didukung oleh para guru sekolah SDN 1 Titiwangi. Penggalangan dana hingga proses pembuatan jamban sehat di rumah siswa telah ikut mengentaskan siswa yang belum memiliki jamban sehat.

Selain melibatkan sekolah, keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang fokus dalam pembuatan kloset lalu dijual melalui beberapa toko bangunan, ikut menambah Pendapatan Asli Desa (PAD). Dari sebanyak 1616 Kepala Keluarga (KK) Sumari mencatat, ada sebanyak 1000 kepala keluarga yang terbantu dengan pembuatan kloset yang didampingi hingga proses pembuatan instalasi jamban sehat.

Setiap KK, disebut Sumari, mendapat bantuan material dari desa sekaligus pendampingan dari tentara STBM dalam pembuatan konstruksi jamban sehat. Berkat pendampingan sekaligus bantuan dari pemerintah desa melalui penyiapan kloset yang dibuat oleh Bumdes, biaya pembuatan jamban sehat bahkan bisa dihemat untuk konstruksi jamban sehat hanya menghabiskan material seharga Rp350.000.

“Kegiatan pengentasan masyarakat dari kegiatan buang air besar sembarangan juga berkat adanya sekolah swasembada wc Indonesia yang ada di Desa Titiwangi yang terus mendampingi masyarakat,” terang Sumari.

Joko Hadinirekso, selaku salah satu pendamping di Sekolah Swasembada WC Indonesia (SSWCI) menyebut, pelatihan kloset dan penerapan pembuatan jamban sehat ikut membantu masyarakat meninggalkan buang air besar sembarangan. Melalui SSWCI masyarakat diajarkan untuk membuat konstruksi jamban sehat standar agar tidak mencemari air dan tanah.

Hasilnya dari sebanyak 1616 kepala keluarga di Desa Titiwangi dan belasan desa yang ada di Kecamatan Candipuro bersama dengan desa di Kecamatan Tanjungsari bisa terbebas dari buang air besar sembarangan. Meski telah terbebas dari ODF, namun Joko Hadinirekso menyebut, pendampingan ke beberapa desa lain di Lampung Selatan terus dilakukan oleh SSWCI.

Emi Widarti selaku Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Emi Widarti selaku Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan menyebut dari sebanyak 17 kecamatan yang ada di Lamsel dua di antaranya Tanjungsari dan Candipuro dinyatakan bebas ODF. Bekerjasama dengan sebanyak 26 Puskesmas di Lamsel serta sebanyak 256 desa ia menyebut, terus berupaya mengentaskan desa-desa lain yang belum bebas ODF.

Selain sanitarian Puskesmas, tentara STBM serta TNI dan para relawan sekolah swasembada WC terus melakukan pendampingan dan pemantauan di kecamatan yang akan diverifikasi untuk menjadi kecamatan bebas ODF. Sejumlah relawan di Kecamatan Tanjungsari dan Candipuro di antaranya dari Desa Titiwangi bahkan ikut menularkan ilmu dengan melatih sejumlah relawan dari desa lain dalam pembuatan kloset serta jamban sehat.

“Komitmen sejumlah desa untuk memfasilitasi masyarakat agar memiliki jamban sehat juga ikut mendukung penggunaan dana desa bagi sanitasi,” terang Emi Widarti.

Bagi kecamatan yang sudah bebas ODF tahap lanjutan, bahkan dilakukan dengan pengelolaan limbah kotoran jamban agar tidak mencemari dan bisa dimanfaatkan. Pengelolaan limbah tersebut dilakukan bekerjasama dengan Dutch Water Authority (DWA) atau kelompok kerja air Belanda dalam pemanfaatan limbah kotoran secara berkelanjutan di desa-desa yang telah bebas ODF.

Selain oleh para relawan dan juga bantuan lembaga sosial Belanda SNV Indonesia, sampai saat ini melalui swasembada WC telah terbangun 5322 jamban sehat yang dibangun secara mandiri. Beberapa kecamatan diakui Emi Widarti terus bekerjasama dalam menciptakan STBM untuk mendukung Lamsel bebas buang air besar sembarangan pada tahun 2018.

Lihat juga...