Harga Turun, Pembuat Batu Bata dan Genteng di Lamsel Tunda Penjualan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Pasca berkurangnya permintaan dan sulitnya bahan baku, pembuat batu bata dan genteng di Lampung Selatan menunda melakukan penjualan. Mereka memilih untuk menunggu harga kembali normal.
Salah seorang pembuat batu bata di Kecamatan Palas, Hasan (50) menyebutkan, permintaan yang menurun ikut berimbas kepada harga bahan bangunan tersebut.
Menurutnya, harga genteng semula per seribu batu bata dijual dengan harga Rp1,3 juta kini hanya dijual dengan harga Rp900.000. Sementara untuk batu bata di tobong atau tempat pembakaran, sempat bertengger di harga Rp360.000 per seribu dan turun ke Rp260.000 per seribu.
“Terakhir bulan Agustus tahun kemarin harga kembali turun padahal saat awal pembangunan proyek Jalan Tol Trans Sumatera harga sempat naik,” terang Hasan, Sabtu (10/2/2018)
Dibantu sang isteri, mereka membuat genteng press jenis mantili. Saat harga di tingkat tobong mulai menurun selama hampir tujuh bulan terakhir ia memilih mencetak bata dan menyimpannya di gudang penyimpanan.
Kondisi serupa juga dialami oleh Sandi (40) warga Dusun Kuningan Desa Tanjungsari juga mengeluhkan menurunnya harga batu bata dan genteng berbarengan dengan sulitnya mencari bahan baku. Semenjak lima tahun terakhir bahan baku tanah biasa dan tanah liat didatangkan dari kecamatan lain akibat pasokan wilayah tersebut sudah berkurang.
Harga tanah biasa bahan baku batu bata semula dibeli dengan harga Rp150.000 untuk ukuran satu kendaraan L300 bahkan kini sudah meningkat menjadi Rp300.000 yang bisa dipergunakan untuk membuat sekitar 5.000 batu bata. Sementara jenis tanah liat bahkan dibeli dengan harga Rp450.000 dengan ukuran kendaraan bak terbuka jenis L300.
“Kami selalu mendatangkan tanah dari luar daerah itupun harus memilih tanah yang cocok agar menghasilkan batu bata bagus,” terang Sandi.

“Strategi kita banyak mencari informasi wilayah yang membutuhkan batu bata dan genteng agar produksi kita bisa terjual,” terangnya.
Salah satu cara mengakali turunnya harga, sebagian produsen mengirim ke pulau Jawa. Pengiriman merupakan permintaan dari sejumlah toko bangunan di wilayah Banten dan Jawa Barat.