Festival Bau Nyale, Ratusan Warga Padati Pantai Selong Belanak

Editor: Koko Triarko

LOMBOK – Ratusan masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) merayakan festival Bau Nyale (tangkap cacing laut) bersama di pantai Selong Belanak, sejak Senin (5/2) pagi hingga hari ini Selasa (6/2/2018).

Berbekal alat tangkap berupa sorok dan lampu senter sebagai alat penerang, warga sejak pukul 04.00 pagi sudah berduyun-duyun turun dan menyerbu pinggiran pantai untuk melaksanakan acara bau Nyale

Pantauan Cendana News, mulai dari remaja hingga orang dewasa berbaur menjadi satu, berlomba berburu Nyale yang bertebaran di sepanjang pinggiran pantai, dengan warna merah, hijau dan kuning, terbawa gelombang air laut.

“Musim bau Nyale sekarang, hasil tangkapan lebih banyak  dibandingkan tahun sebelumnya, di mana hasil tangkapan sangat sedikit dan tidak banyak warga yang dapat” kata Lalu Heri, di acara bau Nyale di pantai Selong Belanak, Lombok Tengah, Selasa (6/2/2018).

Lalu Heri menunjukkan Nyale hasil tangkapan di pantai Selong Belanak Lombok/Foto: Turmuzi

Menurutnya, musim bau Nyale tahun ini, selain populasi Nyale yang ditangkap banyak, hampir setiap warga juga merata mendapatkan Nyale, dari yang sangat banyak hingga sedikit, tergantung alat tangkap digunakan dan ketangkasan tangan menangkap.

Kalau alat tangkap hanya menggunakan tangan, jelas Nyale didapatkan sedikit, tapi alat tangkap menggunakan sorok hasil didapatkan bisa lebih banyak. “Bau nyale itu susah-susah gampang dilakukan, dia akan susah kalau tangan tidak tangkas menangkap, sehingga Nyale akan lewat begitu saja dibawa air dan gampang gesit”, katanya

Darmawan, warga lain mengaku setiap musim bau Nyale, dirinya tidak pernah absen pergi bersama warga lain secara beramai-ramai, meski tidak suka makan Nyale seperti kebanyakan warga lain.

“Kalau warga lain, pergi bau Nyale karena memang suka untuk dijadikan lauk, kalau saya karena senang saja, walaupun tidak suka makan, sebab acara bau Nyale kan acara yang  dilaksanakan satu tahun sekali, sayang dilewatkan”, katanya.

Dirinya memilih melaksanakan acara bau Nyale bersama warga lain ke pantai Selong Belanak, karena lokasi lebih dekat dari rumah dan bisa ditempuh 15 menit hingga satu jam perjalanan.

Dikatakan, karena Nyale ditangkap saat menjelang pagi antara pukul 03.00 sampai 04.00, dirinya bersama warga lain biasanya akan berangkat usai shalat Isha dan menunggu di pinggiran pantai hingga waktu acara bau Nyale dimulai.

Berbeda dengan Abdul Kasim, pemuda Desa Banyu Urip, Lombok Tengah mengatakan, pergi bau Nyale lebih karena ingin santai-santai dan menonton hiburan disuguhkan dari pada Bau Nyale

“Kalau saya yang penting hiburannya, kalau masalah bau Nyale tidak terlalu tertarik dan kebanyakan dilakukan orang tua, suka juga tidak, jadi untuk pergi” katanya.

Selain pantai Selong Belanak, acara bau Nyale juga berpusat di pantai Seger. Kedua pantai setiap tahun menjadi lokasi acara bau Nyale, karena memang nyale selama ini banyak terdapat di kedua pantai tersebut dab tidak banyak tempat bisa didapatkan.

Nyale tidak banyak bisa didapatkan di pantai lain, kalaupun ada sedikit, nyale biasa banyak bisa didapatkan di pantai Selong Belanak dan Seger, tidak heran setiap tahun acara bau Nyale, kedua pantai tersebut selalu ramai oleh masyarakat dan wisatawan.

“Ribuan masyarakat dan wisatawan nusantara maupun mancanegara dipastikan akan tumpah ruah merayakan festival tahunan bau Nyale”, katanya.

Lihat juga...